Duka di Gaza, Al Hadidi Kehilangan Semua Anggota Keluarga, Hanya Tersisa 1 Bayi
Rabu, 19 Mei 2021 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Hadidi dengan lembut menyentuh wajah putranya.
“Semua anak laki-laki saya yang lain menyusu, kecuali Omar yang menolak sejak hari pertama,” ujar dia dengan sedih. “Tuhan sedang mempersiapkan kami dan kami tidak tahu.”
Serangan udara Israel telah menewaskan 213 orang termasuk 59 anak-anak di daerah Gaza yang terkepung sejak Senin lalu.
Di pihak Israel, roket kelompok bersenjata Palestina telah menewaskan 10 orang.
Hadidi menuduh Israel sengaja mengincar anak-anak. "Apa yang telah mereka lakukan sehingga pantas dibom tanpa peringatan untuk mengevakuasi rumah?" tanya dia.
Israel mengklaim pihaknya menargetkan militan bersenjata, termasuk kelompok militan Palestina Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza.
Namun kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengutuk serangan yang telah menewaskan wanita dan anak-anak di wilayah yang padat penduduk dengan sekitar 2 juta penduduk itu.
Pusat Hak Asasi Manusia Mezan yang berbasis di Gaza mengatakan 341 unit perumahan telah rusak dalam pemboman udara Israel.
Bahkan dengan serangan udara yang sedang berlangsung, Hadidi mengatakan dia menunggu bayinya dinyatakan cukup sehat untuk membawanya pulang.
“Saya akan merawatnya dan membesarkan sendiri,” pungkas dia.
“Semua anak laki-laki saya yang lain menyusu, kecuali Omar yang menolak sejak hari pertama,” ujar dia dengan sedih. “Tuhan sedang mempersiapkan kami dan kami tidak tahu.”
Serangan udara Israel telah menewaskan 213 orang termasuk 59 anak-anak di daerah Gaza yang terkepung sejak Senin lalu.
Di pihak Israel, roket kelompok bersenjata Palestina telah menewaskan 10 orang.
Hadidi menuduh Israel sengaja mengincar anak-anak. "Apa yang telah mereka lakukan sehingga pantas dibom tanpa peringatan untuk mengevakuasi rumah?" tanya dia.
Israel mengklaim pihaknya menargetkan militan bersenjata, termasuk kelompok militan Palestina Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza.
Namun kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengutuk serangan yang telah menewaskan wanita dan anak-anak di wilayah yang padat penduduk dengan sekitar 2 juta penduduk itu.
Pusat Hak Asasi Manusia Mezan yang berbasis di Gaza mengatakan 341 unit perumahan telah rusak dalam pemboman udara Israel.
Bahkan dengan serangan udara yang sedang berlangsung, Hadidi mengatakan dia menunggu bayinya dinyatakan cukup sehat untuk membawanya pulang.
“Saya akan merawatnya dan membesarkan sendiri,” pungkas dia.
(sya)
Lihat Juga :