Politisi Pembakar Al-Qur'an Ingin Gelar Lomba Menggambar Nabi Muhammad
Selasa, 18 Mei 2021 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Paludan, mantan pengacara yang jadi politisi tersebut, menjadi terkenal di Denmark melalui demonstrasi provokatif melawan Islam di daerah bermasalah yang ada di daftar ghetto resmi negara itu, yang sering memicu konflik dan kemudian merilis perjalanannya dalam video.
Demonstrasi sering menampilkan dia membakar, merobek, atau menodai Al-Qur'an. Apa yang dia lakukan itu dirayakan sebagai latihan kebebasan berbicara oleh Paludan sendiri dan para pendukungnya.
Sikapnya yang tidak menyesal telah memaksa polisi untuk memberikan perlindungan yang mahal sepanjang waktu karena ada ancaman pembunuhan.
Baca juga: Iran di Balik Hebatnya Rudal Hamas Bobol Iron Dome Israel dan Jangkau Tel Aviv
Paludan memimpin Partai Stram Kurs atau Partai Garis Keras. Partai yang dikenal etno-nasionalis dan anti-Islam ini, nyaris tidak memenuhi ambang batas dalam pemilu parlemen di Denmark pada 2019.
Sejak itu, Paludan telah mengukuhkan kewarganegaraan Swedia dan bergabung dengan Alternative for Sweden, partai yang lebih anti-imigrasi. Cabang dari Partai Demokrat Swedia tersebut memiliki sikap lebih keras dalam banyak masalah, termasuk soal Uni Eropa dan NATO, dibandingkan dengan partai induknya.
Demonstrasi sering menampilkan dia membakar, merobek, atau menodai Al-Qur'an. Apa yang dia lakukan itu dirayakan sebagai latihan kebebasan berbicara oleh Paludan sendiri dan para pendukungnya.
Sikapnya yang tidak menyesal telah memaksa polisi untuk memberikan perlindungan yang mahal sepanjang waktu karena ada ancaman pembunuhan.
Baca juga: Iran di Balik Hebatnya Rudal Hamas Bobol Iron Dome Israel dan Jangkau Tel Aviv
Paludan memimpin Partai Stram Kurs atau Partai Garis Keras. Partai yang dikenal etno-nasionalis dan anti-Islam ini, nyaris tidak memenuhi ambang batas dalam pemilu parlemen di Denmark pada 2019.
Sejak itu, Paludan telah mengukuhkan kewarganegaraan Swedia dan bergabung dengan Alternative for Sweden, partai yang lebih anti-imigrasi. Cabang dari Partai Demokrat Swedia tersebut memiliki sikap lebih keras dalam banyak masalah, termasuk soal Uni Eropa dan NATO, dibandingkan dengan partai induknya.
(min)
Lihat Juga :