Anggota Parlemen Inggris Sebut Demonstran Pro-Palestina Manusia Primitif
Senin, 17 Mei 2021 - 20:40 WIB
loading...
Seorang anggota Parlemen Inggris dari Partai Konservatif mendapat kecaman luas setelah dia Dia menyebut demonstran pro-Palestina sebagai primitif. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Seorang anggota Parlemen Inggris dari Partai Konservatif dilaporkan mendapat kecaman luas setelah dia membuat komentar rasis kepada demonstran pro-Palestina. Dia menyebut demonstran pro- Palestina sebagai primitif.
Michael Fabricant, dalam unggahannya, menampilan video demonstran pro-Palestina di London. Dia kemudian menyebut para demonstran tersebut dengan para manusia primitif.
"Orang-orang primitif ini mencoba membawa ke London apa yang mereka lakukan di Timur Tengah," tulisnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (17/6/2021). Baca juga: Dukung Palestina, Zayn Malik Lantang Suarakan Hak Asasi Manusia
The Hope not Hate, sebuah kelompok kampanye anti-rasisme bereaksi terhadap postingan tersebut, yang kemudian dihapus oleh Fabricant. Kelompok itu mendesak Partai Konservatif untuk menangguhkan anggota parlemen tersebut, menuduhnya sebagai rasisme penuh kebencian yang memicu perpecahan.
“Situasi tegang membutuhkan kepemimpinan yang stabil dari orang-orang yang ingin menyatukan komunitas, bukan rasisme kebencian yang memicu perpecahan,” kata kelompok itu.
Michael Fabricant, dalam unggahannya, menampilan video demonstran pro-Palestina di London. Dia kemudian menyebut para demonstran tersebut dengan para manusia primitif.
"Orang-orang primitif ini mencoba membawa ke London apa yang mereka lakukan di Timur Tengah," tulisnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (17/6/2021). Baca juga: Dukung Palestina, Zayn Malik Lantang Suarakan Hak Asasi Manusia
The Hope not Hate, sebuah kelompok kampanye anti-rasisme bereaksi terhadap postingan tersebut, yang kemudian dihapus oleh Fabricant. Kelompok itu mendesak Partai Konservatif untuk menangguhkan anggota parlemen tersebut, menuduhnya sebagai rasisme penuh kebencian yang memicu perpecahan.
“Situasi tegang membutuhkan kepemimpinan yang stabil dari orang-orang yang ingin menyatukan komunitas, bukan rasisme kebencian yang memicu perpecahan,” kata kelompok itu.
Lihat Juga :