Mantan Pilot Sebut Pemerintah dan Komandan Militer Israel Penjahat Perang
Senin, 17 Mei 2021 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka dikirim untuk melempar rudal dan bom di pusat kota Palestina. Pada titik tertentu, saya menyadari bahwa ini adalah tindakan terorisme," katanya, merujuk pada pilot di skuadron lain yang terlibat dalam pembunuhan massal warga sipil.
Mengulangi "kejahatan perang" oleh kebijakan Israel terhadap Palestina, Shapira menyebutkan, bersama dengan teman-temannya yang mengundurkan diri dari militer, dia ingin memberitahu seluruh dunia bahwa pendudukan ini adalah tindak kriminal yang sedang berlangsung dan kejahatan perang, dan dirinya tidak ingin terus mengambil bagian dalam kejahatan perang ini.
Menekankan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi orang-orang saat bergabung dengan tentara, mantan tentara Israel tersebut mengatakan bahwa jika dia ingin melindungi orang-orang, dia harus berada di sisi lain, di samping Palestina, daripada menjadi bagian dari tentara Israel.
"Ini adalah proses psikologis dan sangat sulit tetapi begitu Anda menyadari bahwa Anda adalah bagian dari organisasi teroris, Anda memahami bahwa Anda harus mengatakan tidak, Anda harus mengambil konsekuensi," Shapira menekankan.
"Saya dipecat dari semua perusahaan tempat saya bekerja di Israel dan itu juga sulit bagi saya, karena saya mendukung perjuangan Palestina dan karena saya memberikan ceramah di seluruh dunia karena saya adalah bagian dari Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), karena saya mengatakan bahwa Israel adalah negara apartheid, karena saya mengatakan bahwa pemerintah dan komandan saya adalah penjahat perang," tukasnya.
Mengulangi "kejahatan perang" oleh kebijakan Israel terhadap Palestina, Shapira menyebutkan, bersama dengan teman-temannya yang mengundurkan diri dari militer, dia ingin memberitahu seluruh dunia bahwa pendudukan ini adalah tindak kriminal yang sedang berlangsung dan kejahatan perang, dan dirinya tidak ingin terus mengambil bagian dalam kejahatan perang ini.
Menekankan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi orang-orang saat bergabung dengan tentara, mantan tentara Israel tersebut mengatakan bahwa jika dia ingin melindungi orang-orang, dia harus berada di sisi lain, di samping Palestina, daripada menjadi bagian dari tentara Israel.
"Ini adalah proses psikologis dan sangat sulit tetapi begitu Anda menyadari bahwa Anda adalah bagian dari organisasi teroris, Anda memahami bahwa Anda harus mengatakan tidak, Anda harus mengambil konsekuensi," Shapira menekankan.
"Saya dipecat dari semua perusahaan tempat saya bekerja di Israel dan itu juga sulit bagi saya, karena saya mendukung perjuangan Palestina dan karena saya memberikan ceramah di seluruh dunia karena saya adalah bagian dari Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), karena saya mengatakan bahwa Israel adalah negara apartheid, karena saya mengatakan bahwa pemerintah dan komandan saya adalah penjahat perang," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :