Organisasi Jurnalis AS Duga Serangan Gedung Media Adalah Upaya Israel Tutupi Kebusukan Mereka

loading...
Organisasi Jurnalis AS Duga Serangan Gedung Media Adalah Upaya Israel Tutupi Kebusukan Mereka
National Press Club menduga serangan yang dilakukan Israel terhadap gedung media di Gaza adalah upaya untuk membatasi peliputan di wilayah itu. Foto/REUTERS
WASHINGTON - National Press Club menduga serangan yang dilakukan Israel terhadap gedung media di Gaza adalah upaya untuk membatasi peliputan di wilayah itu. National Press Club adalah organisasi profesional dan komunitas sosial di Washington, D.C, Amerika Serikat (AS) untuk jurnalis dan profesional komunikasi.

Organisasi itu menyebut serangan itu bagian dari pola dari pasukan Israel yang menghancurkan gedung-gedung di Gaza yang menampung organisasi media. Baca juga: 70 Tahun Israel Hanya Dikutuk, BKSAP DPR: Saatnya PBB Harus Tunjukkan Wibawa

Mereka juga mempertanyakan apakah serangan itu bertujuan untuk merusak liputan konflik yang independen dan akurat.

"Kami menyerukan kepada pihak berwenang Israel untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas yang diketahui oleh pers," kata National Press Club, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (16/5/2021).

"Organisasi media yang andal adalah sumber terbaik untuk informasi akurat tentang peristiwa di Gaza, dan mereka tidak boleh dicegah untuk melakukan pekerjaan penting mereka," sambungnya.



Kecurigaan serupa juga diutarakan oleh Komite Perlindungan Jurnalis. Organisasi yang berbasis di New York itu menuntut Israel "memberikan pembenaran yang mendetail dan terdokumentasi" untuk pemogokan tersebut.

"Serangan terbaru terhadap sebuah gedung yang telah lama dikenal oleh Israel untuk menampung media internasional ini menimbulkan ketakutan bahwa Pasukan Pertahanan Israel sengaja menargetkan fasilitas media untuk mengganggu liputan tentang penderitaan manusia di Gaza," kata Direktur Eksekutif Komite Perlindungan Jurnalis, Joel Simon.

Sebelumnya, juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus mengklaim bahwa Hamas menggunakan gedung itu untuk kantor intelijen militer dan pengembangan senjata.

Dia menyebut ada alat teknologi yang sangat maju yang digunakan Hamas, yang ditempatkan di sekitar atau di dalam gedung tersebut. Tetapi Conricus mengatakan dia tidak dapat memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut tanpa "mengorbankan" upaya intelijen.

Namun, pernyataan itu dimentahkan oleh CEO dan Presiden Associated Press (AP), Gary Pruitt. AP adalah salah satu media internasional yang berkantor di gedung tersebut. Baca juga: Hamas: Operasi Darat akan Jadi Bencana bagi Israel



Dia menuturkan, bahwa biro AP di Gaza sudah menggunakan gedung itu selama lebih dari satu dekade dan tidak ada indikasi Hamas menggunakanya untuk kegiatan intelijen mereka, terlebih menjadi gudang senjata.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top