Kelompok Bantuan Kristen di Gaza: Invasi Darat Israel Akan Ciptakan 'Neraka'

loading...
Kelompok Bantuan Kristen di Gaza: Invasi Darat Israel Akan Ciptakan Neraka
Gedung di Jalur Gaza, Palestina, hancur dibombardir jet tempur Israel, Rabu (12/5/2021). Foto/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
GAZA - Kelompok bantuan Kristen yang beroperasi di Jalur Gaza, Palestina , "Christian Aid", memperingatkan bencana mengerikan dari invasi darat Israel . Dia menggambarkan invasi darat itu akan membuat situasi di Gaza seperti "neraka".

Peringatan itu disampaikan kepala Christian Aid untuk Timur Tengah, William Bell, dalam siaran pers-nya hari Kamis kemarin.

Baca juga: Perang dengan Hamas Memanas, 120 Personel Militer AS Hengkang dari Israel



“Segera setelah kami melaporkan jumlah korban tewas di Gaza, itu menjadi ketinggalan zaman karena kekerasan meningkat. Tapi kami berkewajiban untuk mencatat kematian ini: setidaknya 65 sejauh ini di Gaza, termasuk 16 anak-anak, menurut kementerian kesehatan; di Israel jumlahnya 7, termasuk satu anak," katanya.

"Bahkan tanpa invasi darat yang terancam, angka-angka ini akan terus meningkat; mereka akan membawa kita ke kedalaman 'neraka'," ujar Bell.

Angka korban jiwa yang dipaparkan Bell itu merupakan data pada hari Rabu. Pada saat ini (14/5/2021), jumlah korban tewas di Gaza menurut Kementerian Kesehatan Palestina telah mencapai 115 orang termasuk puluhan anak. Korban luka sekitar 600 orang.

Sedangkan di pihak Israel korban tewas sebanyak 7 orang, terdiri dari lima warga sipil dan seorang tentara Israel serta satu lagi warga India.

“Komunitas internasional tidak dapat terus gagal dalam tanggung jawab mereka untuk menggunakan setiap tindakan yang mungkin untuk menghentikan kekerasan dengan segera," kata Bell.

"Tetapi mereka tidak harus berhenti di situ. Seperti yang ditunjukkan oleh kekerasan di Israel dan Tepi Barat, status quo-lah yang membawa kita ke titik ini. Ketidaksetaraan, diskriminasi, hasutan, dan penyalahgunaan kekuasaanlah yang telah membuat beberapa orang pada rasa aman yang palsu dan yang lainnya putus asa," ujarnya.

Baca juga: Kerepotan Dihujani Roket Gaza, Kota di Israel Malah Perang Saudara



“Berbicara kepada rekan-rekan kami di Gaza sepanjang malam, kami mendengar orang-orang kelelahan karena ketakutan, berusaha mati-matian untuk melindungi anak-anak mereka saat pemboman meningkat. Rana Abdallah dari Pusat Urusan Wanita di Gaza, mengatakan kepada kami: ‘Bangunan yang tidak jauh dari rumah saya terkena setidaknya 20 serangan udara...menakutkan bagi anak-anak. Anak tertua saya tidak meninggalkan saya. Saya bisa mendengar detak jantungnya sepanjang malam'," papar Bell.

“Orang Palestina dan Israel tidak pernah diperlakukan sederajat oleh komunitas internasional dan sampai mereka ada, akan ada konflik, seringkali kekerasan. Dan warga sipil yang tidak bersalah selalu membayar harga untuk kegagalan politik tersebut."
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top