Kebijakan Partai Komunis China Picu Penurunan Ekstrem Tingkat Kelahiran di Xinjiang
Kamis, 13 Mei 2021 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Human Rights Watch tahun lalu menuduh bahwa penindasan yang didorong oleh teknologi dengan orang-orang yang dipilih untuk ditahan melalui algoritma yang menandai koneksi, pola perjalanan, dan bahkan mengenakan jilbab.
Diwartakan sebelumnya, Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Inggris terlibat bentrok dengan China di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas perlakuannya terhadap etnis Uighur dan sebagian besar kelompok Muslim lainnya di Xinjiang. Ini terjadi saat Barat terus bergerak maju menggelar acara terkait Xinjiang di mana Beijing telah melobi negara-negara anggota PBB untuk tidak menghadirinya.
Baca juga: Bak Barang, Situs China Iklankan Paket Pekerja Uighur
PBB, beberapa negara barat, akademisi dan kelompok hak asasi mengatakan ratusan ribu orang Uighur telah dikirim ke kamp pendidikan ulang di wilayah paling barat. China telah mengakui keberadaan kamp tersebut, tetapi mengatakan kamp tersebut adalah pusat pelatihan keterampilan kejuruan yang diperlukan untuk menangani kelompok garis keras.
Diwartakan sebelumnya, Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Inggris terlibat bentrok dengan China di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas perlakuannya terhadap etnis Uighur dan sebagian besar kelompok Muslim lainnya di Xinjiang. Ini terjadi saat Barat terus bergerak maju menggelar acara terkait Xinjiang di mana Beijing telah melobi negara-negara anggota PBB untuk tidak menghadirinya.
Baca juga: Bak Barang, Situs China Iklankan Paket Pekerja Uighur
PBB, beberapa negara barat, akademisi dan kelompok hak asasi mengatakan ratusan ribu orang Uighur telah dikirim ke kamp pendidikan ulang di wilayah paling barat. China telah mengakui keberadaan kamp tersebut, tetapi mengatakan kamp tersebut adalah pusat pelatihan keterampilan kejuruan yang diperlukan untuk menangani kelompok garis keras.
(ian)
Lihat Juga :