Jadi Musuh Bebuyutan Israel, Inilah Hamas dan Para Bosnya
Rabu, 12 Mei 2021 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Pada bulan Maret 2007, pemerintah persatuan nasional yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniyeh dari Hamas secara singkat dibentuk, tetapi gagal menarik kembali bantuan keuangan internasional.
Ketegangan atas kendali pasukan keamanan Palestina segera meletus dalam Pertempuran Gaza tahun 2007, setelah itu Hamas menguasai Gaza, sementara para pejabatnya digulingkan dari posisi pemerintah di Tepi Barat.
Israel dan Mesir kemudian memberlakukan blokade ekonomi di Jalur Gaza dengan alasan pasukan Fatah tidak lagi memberikan keamanan di sana.
Tahun 2014, Hamas perang hebat dengan Israel. Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza meninggal. Sedangkan di pihak Israel 67 tentara dan lima warga sipil tewas. Tahun 2019, kedua pihak kembali terlibat pertempuran dan berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Mesir.
Saat ini, Hamas dan Israel lagi-lagi terlibat pertempuran. Hingga kini, 32 warga Palestina di Gaza tewas termasuk belasan milisi. Sedangkan di pihak Israel tiga warga sipil tewas. Korban luka dari kedua pihak mencapai ratusan orang.
Pemimpin dan Komandan Militer
Pemimpin Biro Politik Hamas saat ini adalah Ismail Haniyeh dan memimpin kelompok itu dari Qatar. Wakil Biro Politik Hamas adalah Khaled Mashal.
Pendiri Hamas antara lain; Sheikh Ahmed Yassin, Abdel Aziz al-Rantissi, Mahmoud Zahar, Mohammad Taha, Abdel Fattah Dukhan, Ibrahim Fares Al-Yazouri, Isa al-Nashshar, Ibrahim Quqa, Muhammad Hassan Shama'a, dan Hassan Yousef.
Para komandan militer Hamas jarang diungkap karena akan memudahkan Israel untuk membunuh mereka.
Namun, komandan militernya yang paling terkenal adalah Mohammed Deif. Dia menjadi orang "paling dicari" Israel selama 24 tahun terakhir sejak 1995. Upaya Israel terakhir untuk membunuh Deif adalah dalam serangan udara pada 19 Agustus 2014. Tak jelas nasibnya saat ini, dan Hamas membantah bahwa Deif tewas.
Pada bulan Maret 2007, pemerintah persatuan nasional yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniyeh dari Hamas secara singkat dibentuk, tetapi gagal menarik kembali bantuan keuangan internasional.
Ketegangan atas kendali pasukan keamanan Palestina segera meletus dalam Pertempuran Gaza tahun 2007, setelah itu Hamas menguasai Gaza, sementara para pejabatnya digulingkan dari posisi pemerintah di Tepi Barat.
Israel dan Mesir kemudian memberlakukan blokade ekonomi di Jalur Gaza dengan alasan pasukan Fatah tidak lagi memberikan keamanan di sana.
Tahun 2014, Hamas perang hebat dengan Israel. Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza meninggal. Sedangkan di pihak Israel 67 tentara dan lima warga sipil tewas. Tahun 2019, kedua pihak kembali terlibat pertempuran dan berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Mesir.
Saat ini, Hamas dan Israel lagi-lagi terlibat pertempuran. Hingga kini, 32 warga Palestina di Gaza tewas termasuk belasan milisi. Sedangkan di pihak Israel tiga warga sipil tewas. Korban luka dari kedua pihak mencapai ratusan orang.
Pemimpin dan Komandan Militer
Pemimpin Biro Politik Hamas saat ini adalah Ismail Haniyeh dan memimpin kelompok itu dari Qatar. Wakil Biro Politik Hamas adalah Khaled Mashal.
Pendiri Hamas antara lain; Sheikh Ahmed Yassin, Abdel Aziz al-Rantissi, Mahmoud Zahar, Mohammad Taha, Abdel Fattah Dukhan, Ibrahim Fares Al-Yazouri, Isa al-Nashshar, Ibrahim Quqa, Muhammad Hassan Shama'a, dan Hassan Yousef.
Para komandan militer Hamas jarang diungkap karena akan memudahkan Israel untuk membunuh mereka.
Namun, komandan militernya yang paling terkenal adalah Mohammed Deif. Dia menjadi orang "paling dicari" Israel selama 24 tahun terakhir sejak 1995. Upaya Israel terakhir untuk membunuh Deif adalah dalam serangan udara pada 19 Agustus 2014. Tak jelas nasibnya saat ini, dan Hamas membantah bahwa Deif tewas.
(mas)
Lihat Juga :