Kerepotan Dihujani Roket Gaza, Kota di Israel Malah Perang Saudara

Rabu, 12 Mei 2021 - 08:30 WIB
loading...
Kerepotan Dihujani Roket...
Mobil-mobil dibakar dalam kerusuhan dan kekerasan di Lod, Israel, yang digambarkan wali kota setempat sebagai perang saudara, Selasa (11/5/2021). Foto/Screenshot video Times of Israel
A A A
LOD - Ketika Israel dihujani ratusan roket dan rudal militan Gaza, kota Lod di negara Yahudi itu justru dilanda kekerasan. Wali kota setempat menyebut skala kekerasan tersebut sebagai perang saudara dan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengumumkan keadaan darurat di kota tersebut.

Netanyahu bahkan terpaksa menarik pasukan dari Tepi Barat untuk memulihkan ketertiban di kota Lod.

Baca juga: Sehebat-hebatnya Iron Dome Israel, Bobol Juga oleh Rudal Sijeen Hamas

"Ini Kristallnacht di Lod," kata Wali Kota Lod Yair Revivo kepada Times of Israel pada Selasa (11/5/2021) malam. Kristallnacht adalah istilah yang mengacu pada pogrom terkenal pada tahun 1938 melawan orang Yahudi di Jerman saat dikendalikan Nazi.

"Tidak ada yang seperti ini dalam sejarah Israel," katanya lagi.

Lod adalah kota bersejarah sekitar 15 kilometer barat daya Tel Aviv. Sekitar sepertiga populasinya terdiri dari orang Arab Israel.

Pada hari Selasa, ketika Hamas dan kelompok Jihad Islam Palestina menembakkan roket dan rudal ke Israel dari Gaza dan militer Israel mengebom jalur itu, Lod malah dilanda kerusuhan dan kekerasan.

"Setiap menit, sebuah mobil atau sinagoga atau sekolah terbakar...Balai kota baru kami didobrak dan dibakar," kata Revivo.

"Sinagoga sedang dibakar. Ratusan mobil dibakar. Ratusan preman Arab berkeliaran di jalan...Perang saudara telah meletus di Lod."

"Semua pekerjaan yang telah kami lakukan di sini selama bertahun-tahun [hidup berdampingan] sia-sia," kesal wali kota tersebut.

Revivo mengatakan komunitas lokal dihasut oleh "kaum Islamis" dan menyebut kerusuhan itu sebagai "intifada", sebuah istilah Palestina untuk pemberontakan melawan Israel.

Revivo memperingatkan bahwa orang-orang Yahudi Ortodoks-nasionalis di kotanya memiliki senjata dan bersedia menggunakannya.

Dia menyerukan kepada pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat dan mengirim pasukan untuk memulihkan ketertiban, karena situasinya menjadi "terlalu besar untuk polisi”.

"Anda tidak mengerti apa yang terjadi di sini. Ini lebih buruk dari rudal dari Gaza," katanya.

Tepat sebelum tengah malam pada hari Selasa, PM Netanyahu mengumumkan bahwa batalion perbatasan dari Yudea dan Samaria—istilah Israel untuk Tepi Barat—akan ditempatkan segera untuk memulihkan hukum dan ketertiban di Lod dan semua bagian di wilayah itu.

Dia juga mengumumkan keadaan darurat di kota Lod.

Baca juga: Sebanyak 80 Jet Tempur Israel Termasuk Jet Siluman F-35 Bombardir Gaza

Namun, ada laporan tentang kerusuhan di kota-kota Israel lainnya, seperti dari dekat Ramle hingga Acre, Haifa dan Nazareth.

Semua tempat tersebut telah menjadi bagian dari Israel sejak mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 1948—tidak seperti Tepi Barat dan Gaza, yang masing-masing telah dianeksasi dari Yordania dan Mesir, dan berada di bawah kendali Israel setelah perang 1967.

Deklarasi darurat di Lod penting, karena ini adalah pertama kalinya Israel menggunakan kekuatan ini untuk melawan komunitas Arab Israel sejak darurat militer untuk mereka dicabut pada tahun 1966.

Hamas dan Jihad Islam, yang menolak hak orang Israel untuk hidup di perbatasan mana pun, meluncurkan ratusan roket dan rudal sejak Senin lalu setelah bentrokan antara polisi Israel dan pengunjuk rasa Palestina di luar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Protes warga Israel untuk menentang rencana keputusan hakim Israel untuk mengusir paksa beberapa keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem, demi kepentingan pemukim Yahudi Israel.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved