Lockdown Picu Kelaparan, Warga Guatemala dan El Salvador Kibarkan Bendera Putih

Jum'at, 22 Mei 2020 - 15:29 WIB
loading...
Lockdown Picu Kelaparan,...
Warga Guatemala dan El Savador mengibarkan bendera putih di jalan-jalan untuk meminta bantuan makanan. Foto/Swissinfo
A A A
SAN SALVADOR - Lockdown ketat untuk mencegah penyebaran virus Corona di Guatemala dan El Savador telah menghancurkan ekonomi lokal. Kondisi ini membuat ratusan keluarga di kedua negara tersebut mengibarkan bendera putih di luar rumah atau melambaikannya di jalan untuk mendapatkan bantuan.

Lockdown ketat yang telah berlangsung selama 50 hari di El Salvador membuat warganya kehilangan mata pencaharian. Akibatnya, mereka terancam kelaparan di tengah pandemi global yang mematikan. Mereka pun terpaksa mengais makanan yang dibuang di pasar kota.

"Aku mencari-cari di tempat sampah di mana sampah berada," kata Ana Orellana, pria berusia 51 tahun yang sehari-hari sebelum pandemi berprofesi sebagai pedagang kopi kaki lima.

"Aku pergi ke pasar Tiendona untuk mendapatkan barang-barang, karena kita benar-benar tidak memiliki tomat atau bawang sekarang, dan kita membuat sup tomat di sini tanpa minyak, hanya setengah matang," ungkapnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/5/2020).

Orelana tinggal bersama tiga rekannya di sebuah rumah kos di San Salvador, Ibu Kota El Salvador. Selain mengibarkan bendera putih, mereka juga menyematkan tanda salah eja di jendela yang bertuliskan "kami tidak menerima bantuan." Tulisan itu dimaksudkan untuk memberi tahu jika mereka tidak menerima bantuan USD300 yang dikeluarkan Presiden Nayib Bukele pada buran Maret lalu. Bantuan tersebut diberikan kepada 1,5 juta keluarga miskin atau sekitar tiga perempat dari populasi.

Apa yang terjadi pada Orellana dan rekan-rekannya juga terjadi di wilayah lain di Amerika Tengah dan sebagian besar Amerika Latin, di mana pandemi menjadi ancaman memperburuk kemiskinan kronis di antara jutaan orang.

Protes makanan telah pecah di negara-negara termasuk Venezuela dan Chili. El Salvador dan Guatemala yang berdekatan, dua negara termiskin di Amerika, telah menanggung konsekuensi dari kebijakan lockdown yang paling ketat.

Di kota-kota dan desa-desa di kedua negara, ratusan tanda untuk meminta makanan telah muncul dan orang-orang dalam kesulitan turun ke jalan untuk mengibarkan bendera putih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gangster Mengamuk di...
Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara
Siapa Nayib Bukele?...
Siapa Nayib Bukele? Presiden El Salvador Keturunan Palestina Sukses Buat Negaranya 0 Kasus Pembunuhan 900 Hari
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Kisah Kudeta Guatemala...
Kisah Kudeta Guatemala yang Dipelopori AS Gara-gara Kebun Pisang
Siapakah Nayib Bukele?...
Siapakah Nayib Bukele? Presiden El Salvador yang Sukses Berantas Kartel dan Mempopulerkan Kripto
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Penasihat Ahli Kapolri:...
Penasihat Ahli Kapolri: Irjen Pol Pipit Rismanto Segera Dilantik Jadi Kapolda Jabar
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Berita Terkini
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved