Rusia: AS Tidak akan Berperang untuk Ukraina di Donbas

Kamis, 06 Mei 2021 - 18:44 WIB
loading...
Rusia: AS Tidak akan...
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, Amerika Serikat (AS) tidak akan berperang untuk Ukraina di Donbas. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, Amerika Serikat (AS) tidak akan berperang untuk Ukraina di Donbas. Mereka, yang berpikir sebaliknya, ucap Lavrov, tidak berharga.

"Tidak ada gunanya mengandalkan bantuan militer AS. Ini selalu diketahui semua orang. Jika ada yang berilusi bahwa bantuan seperti itu akan datang, penasihat semacam itu tidak berguna dalam pemerintahan manapun, termasuk pemerintah (Presiden Ukraina, Volodymyr) Zelensky," kata Lavrov.

Dia menuturkan bahwa tanggung jawab utama untuk penyelesaian Ukraina saat ini terletak pada Barat, karena memiliki "pengaruh nyata" pada kepemimpinan Ukraina dan dapat membuatnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melaksanakan Perjanjian Minsk. Baca juga: Bocah Jatuh dari Lantai Tiga Saat Naik Eskalator di Pusat Perbelanjaan

"Tanggung jawab utama terletak pada Barat, karena hanya Barat yang dapat membuat Zelensky melakukan apa yang ditandatangani pendahulunya," ucapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (6/5/2021).

"Dan, apa yang ditandatangani Zelensky juga, ketika pada Desember 2019 di Paris dia mengkonfirmasi bersama dengan Presiden Rusia, Prancis, dan Kanselir Jerman bahwa di sana tidak ada alternatif untuk Perjanjian Minsk," sambungnya.

Lavrov mengatakan para pemimpin Jerman, Prancis, Rusia, dan Ukraina telah mengerjakan Perjanjian Minsk selama lebih dari 17 jam berturut-turut, dan bahwa semua langkah dan urutannya diverifikasi secara menyeluruh dan upaya untuk mengubah urutan atau langkah itu sendiri tidak akan mengarah ke mana pun.

Diplomat senior Rusia melanjutkan dengan mengatakan Moskow sedang mempersiapkan daftar negara yang tidak bersahabat dan akan segera menerbitkannya. Baca juga: Moskow Sanksi Pejabat UE, Prancis Panggil Dubes Rusia

Dia berjanji bahwa memasukkan sebuah negara ke dalam daftar akan menjadi jelas dan bahwa daftar tersebut akan direvisi tergantung pada bagaimana hubungan dengan negara terkait berkembang di masa depan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Jet Tempur F/A-18 Hornet...
Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved