Terpidana 9/11: Osama bin Laden Seorang Idiot dari CIA

Jum'at, 22 Mei 2020 - 15:01 WIB
loading...
A A A
The Associated Press melaporkan bahwa Katherine Donahue, yang menulis sebuah buku tentang Moussaoui setelah menghadiri persidangan 2006, mengklaim dia tidak mengetahui adanya contoh lain yang mana dia telah meninggalkan terorisme atau pun Osama bin Laden.

“Dia sudah 14 tahun di penjara. Sudah lama untuk berpikir tentang apa yang telah Anda lakukan," kata Donahue. "Saya tidak melihatnya berbohong. Ada banyak cara yang bisa dia lakukan untuk dirinya sendiri sebelumnya dengan berbohong."

Mosi yang diajukan Moussaoui adalah bagian dari permohonannya untuk mencari relaksasi dari kondisi di mana dia saat ini menjalani hukumannya. Pada 2015, dia juga mengklaim bahwa al-Qaeda menerima dukungan dari beberapa anggota senior keluarga Kerajaan Arab Saudi. (Baca juga: Ibu bin Laden: Osama Anak Baik, tapi Orang Mencuci Otaknya )

CIA meluncurkan Operation Cyclone (Operasi Topan) dengan mempersenjatai dan membiayai mujahidin Afghanistan untuk melawan Uni Soviet dari 1979 hingga 1989. Cikal bakal al-Qaeda, organisasi yang didirikan Osama bin Laden, adalah Maktab-Al-Khidamat (MAK).

Organisasi itu merekrut dan memfasilitasi milisi asing—sebagian besar orang Arab—untuk membantu para mujahidin yang didukung oleh intelijen Pakistan. MAK juga berfungsi sebagai saluran bagi CIA untuk melakukan perang rahasia melawan pasukan pendudukan Soviet di tengah konflik Perang Dingin yang lebih luas. Osama bin Laden sendiri terbunuh di Pakistan dalam serangan Pasukan Khusus AS tahun 2011 di kompleks persembunyiannya di dekat akademi militer Pakistan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved