Terpidana 9/11: Osama bin Laden Seorang Idiot dari CIA

Jum'at, 22 Mei 2020 - 15:01 WIB
loading...
Terpidana 9/11: Osama...
Pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Zacarias Moussaoui, terpidana kasus serangan teroris 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa dirinya meninggalkan paham terorisme baik dari kelompok al-Qaeda maupun ISIS. Dalam pengumumannya dia meledak pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden , yang dia anggap sebagai "orang"-nya CIA.

Moussaoui saat ini menjalani hukuman penjara seumur hidup di sebuah penjara federal di Colorado setelah dia lolos dari hukuman mati dalam persidangan 2006. Dia merupakan satu-satunya terpidana kasus serangan 9/11 yang telah dihukum di Amerika.

Moussaoui dalam mosi tulisan tangan yang dia ajukan ke pengadilan federal bulan lalu mengecam almarhum Osama bin Laden. (Baca: Terungkap, Pakistan sembunyikan Osama bin Laden dari AS )

"Saya mencela, menolak Osama bin Laden," tulis Moussaoui dalam mosinya. (Osama) seperti seorang idiot berguna dari Central Intelligence Agency (CIA)/Saudi. Saya juga menyatakan dengan tegas penolakan saya terhadap tindakan teroris, serangan, propaganda melawan AS," lanjut Moussaoui, seperti dikutip dari The Associated Press, Jumat (22/5/2020).

Lebih lanjut, terpidana kasus terorisme ini menyampaikan peringatan kepada para pemuda Muslim akan bahaya dari paham terorisme."Saya berharap bisa memperingatkan kaum muda Muslim terhadap penipuan dan manipulasi para jihadis palsu ini," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Serius Ingin Tangkap Netanyahu, Singgung Surat Perintah ICC
Rekomendasi
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved