Riset Baru: Malaysia Airlines MH370 Tinggalkan 'Jejak Palsu' sebelum Lenyap

Jum'at, 07 Mei 2021 - 00:35 WIB
loading...
A A A
“Setelah berada di luar jangkauan semua pesawat lain, pada pukul 20.30 UTC (04.30 pagi AWST) pilot mengubah jalur dan menuju ke selatan," imbuh dia.

Jalur penerbangan tampaknya direncanakan dengan cermat.

Adapun perubahan kecepatan, Godfrey mengatakan itu "di luar level...diharapkan jika pesawat mengikuti jadwal kecepatan seperti mode jelajah jarak jauh (LRC) atau jelajah jarak maksimum (MRC)".

“Tingkat detail dalam perencanaan menyiratkan pola pikir yang ingin melihat rencana kompleks ini dilaksanakan dengan baik hingga akhir,” katanya.

Pencarian MH370 yang hilang adalah yang paling mahal dalam sejarah penerbangan, dengan dua pencarian berskala besar tidak membuahkan hasil.

Pencarian MH370 senilai USD200 juta dari Biro Keamanan Transportasi Australia (ATSB) menjelajahi lebih dari 120.000 km persegi lantai Samudra Hindia menggunakan sonar resolusi tinggi antara tahun 2014 hingga 2017.

Pencarian kedua yang disponsori oleh pemerintah Malaysia juga tidak membuahkan hasil.

Dalam laporan akhirnya, ATSB mengidentifikasi area dengan luas kurang dari 25.000 km persegi “yang memiliki kemungkinan tertinggi mengandung MH370”.

Tidak ada jejak pesawat itu sendiri yang ditemukan kecuali 33 puing—baik yang dikonfirmasi atau kemungkinan besar berasal MH370—telah ditemukan di Mauritius, Madagaskar, Tanzania dan Afrika Selatan.

Ada seruan untuk pencarian yang ketiga untuk pesawat tersebut, termasuk oleh Peter Foley, mantan direktur pencarian ATSB, yang baru-baru ini mengusulkan area pencarian 70 mil laut di kedua sisi area target, yang terkenal dengan ngarai dasar laut yang dalam
dan pegunungan bawah air.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved