Diduga Terinfeksi Covid-19, Pemimpin Muslim Chechnya Dirawat di RS
Jum'at, 22 Mei 2020 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Dia dan ayahnya telah berperang melawan Moskow selama konflik separatis berdarah pertama di Chechnya dari 1994-1996. Namun, mereka beralih pihak dengan mendukung Kremlin ketika melancarkan perang kedua di Chechnya pada tahun 1999 di bawah pengawasan Putin yang kala itu menjabat sebagai Perdana Menteri Rusia.
Kadyrov menyebut dirinya "prajurit kaki", tetapi secara luas dianggap menikmati carte blanche dari Moskow. Dia mengambil pendekatan yang khas dalam menangani pandemi virus corona, dengan menyebut dokter yang mengeluhkan kurangnya alat pelindung diri (APD) sebagai "provokator" yang harus dipecat.
Data worldometers yang dikutip SINDOnews.com menunjukkan negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin ini memiliki 317.554 kasus Covid-19 dengan 3.099 kematian dan sebanyak 92.681 pasien berhasil disembuhkan. Khusus di wilayah Chechnya tercatat ada 1.026 kasus dan 11 kematian.
Meskipun jumlah kasus infeksi tinggi, pejabat Rusia mengatakan situasinya stabil dan angka kematian rendah. Pemerintah juga mulai melonggarkan penguncian atau lockdown di banyak bagian di negara itu.
Kadyrov menyebut dirinya "prajurit kaki", tetapi secara luas dianggap menikmati carte blanche dari Moskow. Dia mengambil pendekatan yang khas dalam menangani pandemi virus corona, dengan menyebut dokter yang mengeluhkan kurangnya alat pelindung diri (APD) sebagai "provokator" yang harus dipecat.
Data worldometers yang dikutip SINDOnews.com menunjukkan negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin ini memiliki 317.554 kasus Covid-19 dengan 3.099 kematian dan sebanyak 92.681 pasien berhasil disembuhkan. Khusus di wilayah Chechnya tercatat ada 1.026 kasus dan 11 kematian.
Meskipun jumlah kasus infeksi tinggi, pejabat Rusia mengatakan situasinya stabil dan angka kematian rendah. Pemerintah juga mulai melonggarkan penguncian atau lockdown di banyak bagian di negara itu.
(min)
Lihat Juga :