Belajar dari Tragedi Nanggala-402, RI Didesak Nonaktifkan KRI Cakra

Sabtu, 01 Mei 2021 - 14:04 WIB
loading...
Belajar dari Tragedi...
Penampakan kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam 838 meter di perairan Bali bersama 53 awaknya. Foto/TNI AL
A A A
JAKARTA - Para pakar militer mendesak pemerintah Indonesia menonaktifkan kapal selam KRI Cakra karena usianya sudah tua. Desakan ini disampaikan agar tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 bersama 53 awaknya tidak terulang kembali.

Zachary Abuza, seorang profesor studi Asia Tenggara di National War College yang berbasis di Washington, mengatakan KRI Cakra harus dinonaktifkan. Menurutnya, akan menjadi kelalaian untuk tidak melakukannya.

Baca juga: Pentagon Nyatakan Konflik AS dengan China Tidak Terelakkan

“Pemahaman saya, KRI Cakra saat ini sedang diperbaiki dan di-upgrade di galangan kapal di Surabaya,” kata Abuza.

"Cakra adalah kapal yang sangat tua dan tidak pernah sepenuhnya dipasang kembali saat Korea Selatan menjualnya ke Indonesia," ujarnya, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (1/5/2021).

“Angkatan Laut dan Coast Guard Indonesia sangat kekurangan sumber daya dan tidak cukup dana untuk perawatan dan pemeliharaan,” kata Abuza.

"Setelah kematian tragis 53 pelaut di atas kapal saudaranya, akan menjadi kelalaian untuk tidak menonaktifkan KRI Cakra," ujarnya merujuk pada gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali pada 21 April lalu.

Abuza mengatakan perang kapal selam sangat berbahaya pada awalnya. "Bahaya itu bertambah ketika Anda memperhitungkan usia kapal, anggaran yang tidak mencukupi untuk pemeliharaan dan perawatan, dan kurangnya perombakan menyeluruh untuk kapal ketika Indonesia mengambil alih itu," imbuh dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Perkuat Kualitas Informasi,...
Perkuat Kualitas Informasi, Pegadaian Berkomitmen Tingkatkan Kompetensi Ratusan Jurnalis
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
RI Kembali Terima Vaksin...
RI Kembali Terima Vaksin AstraZeneca dari Jalur COVAX
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved