'Tsunami' COVID-19 India Makin Menggila, Kematian Tembus 200.000 Jiwa

Kamis, 29 April 2021 - 10:23 WIB
loading...
Tsunami COVID-19 India...
Krematorium bekerja siang dan malam, serta menggunakan tempat kosong seperti taman dan tempat parkir untuk membakar jenazah COVID-19 di India. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - Tekanan pada banyak rumah sakit di India tidak menunjukkan tanda-tanda mereda di tengah gelombang kedua virus corona yang makin menggila.

India telah mencapai angka yang menghancurkan dengan lebih dari 200.000 kematian akibat virus corona.

Jumlah korban sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar, dengan banyak orang yang tidak tercatat secara resmi.

Baca juga: Seperti di Indonesia, Pria India Bawa Jenazah Ibunya dengan Motor Sejauh 482 Km

Pasokan oksigen tetap sangat rendah di penjuru negeri, dengan pasar gelap satu-satunya pilihan bagi sebagian besar orang.

Baca juga: Tujuh Hari Beruntun India Catat Rekor Kematian dan Kasus COVID-19

Krematorium beroperasi tanpa henti, dengan tumpukan kayu di tempat parkir mobil.

Baca juga: Arab Saudi Masukkan Epos Hindu Ramayana dalam Kurikulum Sekolah Baru

Setidaknya ada 300.000 infeksi baru setiap hari dalam sepekan terakhir, dengan lebih dari 360.000 kasus baru dalam 24 jam terakhir pada Rabu.

Secara keseluruhan, lebih dari 17,9 juta kasus telah terdata.

Bantuan Negara Lain

Bantuan asing mulai berdatangan dari Inggris dan Singapura. Rusia, Selandia Baru dan Prancis telah berjanji mengirim peralatan medis darurat.

Bahkan saingan regional Pakistan dan China telah mengesampingkan perbedaan mereka dan berjanji membantu.

Pada Kamis, AS mengatakan akan mulai mengirimkan pasokan senilai lebih dari USD100 juta, di samping masing-masing negara bagian AS dan perusahaan swasta juga menyiapkan oksigen, peralatan, dan pasokan untuk rumah sakit India.

Namun, para ahli mengatakan bantuan itu hanya akan berdampak kecil di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.

Situs web pemerintah tempat orang India dapat mendaftar untuk program vaksinasi macet segera setelah diluncurkan pada Rabu, ketika puluhan ribu orang mencoba mengaksesnya secara bersamaan.

Di negara bagian Assam, gempa bumi berkekuatan 6,4 merusak rumah sakit yang sudah berada di bawah tekanan hebat. Orang-orang lari dari rumah dan bangunan lain dengan panik.

Seberapa Buruk Situasi?

Jumlah korban yang terlihat sangat tinggi, tetapi jumlah kematian sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.

Data kematian di India buruk dan kematian di rumah sering kali tidak terdaftar, terutama di daerah pedesaan.

Ada laporan jurnalis menghitung sendiri jenazah di kamar mayat, untuk mencoba mendapatkan jumlah yang lebih akurat.

Di Uttar Pradesh, pejabat kesehatan mengatakan 68 orang telah meninggal pada satu hari awal bulan ini di seluruh negara bagian.

Tetapi surat kabar Hindi menunjukkan bahwa para pejabat juga mengatakan ada 98 pemakaman Covid di ibukota, Lucknow, saja.

Itu artinya jumlah korban meninggal sebenarnya lebih tinggi dari data resmi yang diumumkan pemerintah India, baik pemerintah pusat ataupun di berbagai negara bagian.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved