alexametrics

Kisah Inspiratif Masyarakat Muslim Indonesia di Canberra

loading...
Kisah Inspiratif Masyarakat Muslim Indonesia di Canberra
Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo (kanan) memimpin langsung kegiatan ini dengan membagikan secara simbolis takjil drive-through ini di KBRI Canberra, Australia. Foto/KBRI Canberra
A+ A-
CANBERRA - Bulan Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk beberapa orang bahkan menjadi sebuah ujian tersendiri.

Bagi masyarakat Muslim Indonesia yang sedang bermukim di luar negeri, momen Ramadhan hingga Idul Fitri sebenarnya paling ditunggu-tunggu karena menjadi momen kebersamaan yang jarang terjadi di bulan-bulan sebelumnya.

Masyarakat muslim Indonesia di Canberra, Australia, secara rutin, telah mengadakan beragam kegiatan keagamaan dan sosial di bulan Ramadan. Berkumpul di Mushalla untuk berbuka puasa dan salat tarawih bersama menjadi rutinitas yang tak pernah sepi.



Namun, tahun ini, terpaksa semua kegiatan ibadah dan sosial di tempat ibadah yang melibatkan kehadiran fisik dalam jumlah besar harus ditiadakan.

Di saat yang sama, beberapa masyarakat, baik keluarga mahasiswa atau residen tetap, harus kehilangan pekerjaan atau pengurangan jam kerja secara signifikan. Terdapat beberapa mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh studi di Canberra dengan beasiswa yang terbatas atau bahkan tanpa beasiswa, yang selama masa shut down di Canberra, mengalami kesulitan finansial. Hal ini menjadi ujian nyata bagi mereka menjelang bulan Ramadan.

Kondisi ini mendorong Australia-Indonesia Moslem Foundation in The ACT (AIMF-ACT), sebuah organisasi resmi masyarakat muslim Indonesia di Canberra, berinisiatif untuk bergerak meringankan beban saudara kita di Canberra baik yang terdampak oleh kebijakan shut down maupun secara umum.

“Bertepatan dengan bulan Ramadan, AIMF-ACT bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra menginisasi pembagian makanan berbuka puasa,” ungkap Dian Rousta Febryanti dan Ghofar Ismail yang terlibat aktif dalam program tersebut.

Jika sebelumnya, berbagi makanan berbuka dilakukan di Mushalla The Australian National University (ANU), tahun ini makanan berbuka dibagikan secara langsung dari rumah ke rumah secara delivery.

“Tidak berbeda dari sebelumnya, pengadaan dan pendanaan makanan berbuka berasal dari masyarakat muslim Indonesia sendiri serta bantuan dari KBRI Canberra,” tutur Dian dan Ghofar.

Dalam program yang sama KBRI Canberra juga menyelenggarakan pembagian takjil Ramadhan secara drive-through dengan bekerja sama dengan AIMF-ACT dan masyarakat WNI di Canberra dan sekitarnya pada tanggal 9 Mei 2020.

Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo memimpin langsung kegiatan ini dengan membagikan secara simbolis takjil drive-through ini.

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Dari kegiatan ini, tidak hanya sekadar berbagi makanan ke masyarakat, namun lebih dari itu juga bisa membantu menggerakkan roda ekonomi bagi masyarakat atau mahasiswa yang bertugas memasak dan mengantarkan makanan berbuka.

Dimulai sejak tanggal 1 Ramadan (23 Mei 2020) sampai berita ini ditulis, AIMF-ACT dan KBRI Canberra mencatat telah mendistribusikan lebih dari 900 paket makanan berbuka puasa yang disebarkan ke seluruh wilayah Australian Capital Territory (ACT) di Canberra Region seperti North Canberra, South Canberra, Belconnen, Gungahlin, dan Queanbeyan. Makanan berbuka puasa yang dibagikan berupa makanan utama lengkap dengan lauk pauknya.

“Sungguh luar biasa. Selama kegiatan berlangsung tak jarang beberapa masyarakat yang menerima paket makanan kemudian ikut kembali berpartisipasi untuk berbagi,” papar Koordinator Pembagian Makanan Berbuka Puasa, Hanif Rasyidi, yang diamini wakil ketua AIMF-ACT, Imam Malik. (Baca Juga: Pelunasan Biaya Haji Tahap II Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020)

Bagaikan sebuah rantai, satu kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan dibalas dengan banyak kebaikan pula. Dari kotak-kotak makanan yang diantar ke depan pintu orang-orang yang berpuasa, ada banyak kebaikan yang bisa didapatkan, bagi pemberi makanan, yang memasak, yang mengantarkan, dan seluruh anggota masyarakat yang terlibat.

“Kearifan budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang benar terasa di kota Canberra, Australia,” pungkas Dian dan Ghofar. (Baca Juga: China Minta AS Jelaskan Mengapa Washington Gagal Bendung Covid-19!)
(sya)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak