Kisah Inspiratif Masyarakat Muslim Indonesia di Canberra
Kamis, 21 Mei 2020 - 22:30 WIB
loading...
Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo (kanan) memimpin langsung kegiatan ini dengan membagikan secara simbolis takjil drive-through ini di KBRI Canberra, Australia. Foto/KBRI Canberra
A
A
A
CANBERRA - Bulan Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk beberapa orang bahkan menjadi sebuah ujian tersendiri.
Bagi masyarakat Muslim Indonesia yang sedang bermukim di luar negeri, momen Ramadhan hingga Idul Fitri sebenarnya paling ditunggu-tunggu karena menjadi momen kebersamaan yang jarang terjadi di bulan-bulan sebelumnya.
Masyarakat muslim Indonesia di Canberra, Australia, secara rutin, telah mengadakan beragam kegiatan keagamaan dan sosial di bulan Ramadan. Berkumpul di Mushalla untuk berbuka puasa dan salat tarawih bersama menjadi rutinitas yang tak pernah sepi.
Namun, tahun ini, terpaksa semua kegiatan ibadah dan sosial di tempat ibadah yang melibatkan kehadiran fisik dalam jumlah besar harus ditiadakan.
Di saat yang sama, beberapa masyarakat, baik keluarga mahasiswa atau residen tetap, harus kehilangan pekerjaan atau pengurangan jam kerja secara signifikan. Terdapat beberapa mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh studi di Canberra dengan beasiswa yang terbatas atau bahkan tanpa beasiswa, yang selama masa shut down di Canberra, mengalami kesulitan finansial. Hal ini menjadi ujian nyata bagi mereka menjelang bulan Ramadan.
Kondisi ini mendorong Australia-Indonesia Moslem Foundation in The ACT (AIMF-ACT), sebuah organisasi resmi masyarakat muslim Indonesia di Canberra, berinisiatif untuk bergerak meringankan beban saudara kita di Canberra baik yang terdampak oleh kebijakan shut down maupun secara umum.
Bagi masyarakat Muslim Indonesia yang sedang bermukim di luar negeri, momen Ramadhan hingga Idul Fitri sebenarnya paling ditunggu-tunggu karena menjadi momen kebersamaan yang jarang terjadi di bulan-bulan sebelumnya.
Masyarakat muslim Indonesia di Canberra, Australia, secara rutin, telah mengadakan beragam kegiatan keagamaan dan sosial di bulan Ramadan. Berkumpul di Mushalla untuk berbuka puasa dan salat tarawih bersama menjadi rutinitas yang tak pernah sepi.
Namun, tahun ini, terpaksa semua kegiatan ibadah dan sosial di tempat ibadah yang melibatkan kehadiran fisik dalam jumlah besar harus ditiadakan.
Di saat yang sama, beberapa masyarakat, baik keluarga mahasiswa atau residen tetap, harus kehilangan pekerjaan atau pengurangan jam kerja secara signifikan. Terdapat beberapa mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh studi di Canberra dengan beasiswa yang terbatas atau bahkan tanpa beasiswa, yang selama masa shut down di Canberra, mengalami kesulitan finansial. Hal ini menjadi ujian nyata bagi mereka menjelang bulan Ramadan.
Kondisi ini mendorong Australia-Indonesia Moslem Foundation in The ACT (AIMF-ACT), sebuah organisasi resmi masyarakat muslim Indonesia di Canberra, berinisiatif untuk bergerak meringankan beban saudara kita di Canberra baik yang terdampak oleh kebijakan shut down maupun secara umum.
Lihat Juga :