Israel Marah Disebut Lakukan Kejahatan Apartheid pada Orang Palestina

Selasa, 27 April 2021 - 18:49 WIB
loading...
Israel Marah Disebut...
Seorang pria membawa bendera Palestina berdemo di dekat pagar perbatasan Israel yang dijaga pasukan rezim Zionis. Foto/REUTERS/Mohamad Torokman
A A A
TEL AVIV - Sebuah laporan Human Rights Watch (HRW) mengatakan Israel telah melewati ambang batas dan melakukan kejahatan apartheid dan penganiayaan terhadap orang-orang Palestina. Laporan setebal 213 halam itu membuat para pejabat rezim Zionis marah.

"Tujuan dari laporan palsu ini sama sekali tidak terkait dengan hak asasi manusia, tetapi untuk upaya berkelanjutan oleh HRW untuk merongrong hak negara Israel untuk eksis sebagai negara bangsa orang-orang Yahudi," kata Menteri Urusan Strategis Israel Michael Biton.

Baca juga: Geger Rekaman Zarif Ungkap Rebutan Kekuasaan Iran, IRGC Lebih Berkuasa

Kementerian Luar Negeri Israel mencap klaim dalam dokumen setebal 213 halaman itu tidak masuk akal dan salah. Kementerian tersebut menuduh kelompok HRW mempertahankan agenda anti-Israel yang telah lama ada.

Laporan HRW berjudul "A Threshold Crossed: Israel Authorities and the Crimes of Apartheid and Persecution" dirilis HRW pada hari Selasa (27/4/2021). Laporan ini menuduh Israel secara sistematis mengistimewakan orang Yahudi Israel dan melanggar hak-hak orang Palestina yang tinggal di Israel dan di wilayah yang diduduki Israel selama perang tahun 1967 dengan negara-negara Arab.

"Hukum, kebijakan, dan pernyataan oleh pejabat Israel terkemuka memperjelas bahwa Israel ingin mempertahankan kontrol Yahudi Israel atas demografi, kekuasaan politik, dan tanah, serta, untuk mencapai tujuan ini, otoritas Israel telah merampas, membatasi, memisahkan secara paksa, dan menundukkan orang-orang Palestina berdasarkan identitas mereka," bunyi laporan HRW seperti dikutip The Guardian.

"Di beberapa daerah, perampasan ini begitu parah sehingga sama dengan kejahatan apartheid dan penganiayaan terhadap kemanusiaan," lanjut laporan tersebut.

HRW menekankan bahwa mereka tidak menggunakan istilah tersebut secara retoris, tetapi dalam pengertian hukum, dipandu oleh bagaimana “apartheid” dan “penganiayaan” dijelaskan dalam hukum internasional.

Laporan tersebut akan dirujuk ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang memiliki mandat untuk menuntut kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pada bulan Maret, Kantor Kejaksaan ICC mengatakan pihaknya telah memulai penyelidikan atas situasi di Palestina.

Israel menolak tuduhan diskriminasi terhadap warga Palestina dan tidak mengakui tanggung jawab untuk non-warga negara Palestina, dengan alasan keberadaan Otoritas Palestina. Rezim Zionis juga menganggap Jalur Gaza sebagai entitas bermusuhan yang dikendalikan oleh pasukan teroris.

Pejabat Israel secara rutin menyalahkan kelompok-kelompok yang mempertanyakan perlakuannya terhadap orang Palestina. Mereka menggunakan dalih anti-Semit terhadap mereka yang menyudutkan negara Yahudi tersebut.

Baca juga: Terima 3 Lagi, Kini 27 Jet Tempur Siluman F-35 Adir Lindungi Langit Israel

Para kritikus mengutip kendali luar biasa yang dimiliki Israel atas sebagian besar aspek kehidupan di wilayah pendudukan.

Di Tepi Barat, yang secara teknis berada di bawah kekuasaan Otoritas Palestina, militer Israel menguasai lebih dari setengah wilayah. Orang Yahudi Israel yang tinggal di permukiman yang tidak diakui secara internasional di Tepi Barat bertindak di bawah payung hukum sipil dan menikmati hak kewarganegaraan penuh.

Kemudian Jalur Gaza tunduk pada blokade Israel-Mesir yang ketat, di mana hal-hal seperti perjalanan, perdagangan, dan penangkapan ikan bergantung pada niat baik Israel.

Selanjutnya, Yerusalem Timur secara de facto dianeksasi secara sepihak oleh Israel pada tahun 1967 dan dianggap berdasarkan Undang-Undang Dasar Israel sebagai bagian dari ibu kotanya yang tak terpisahkan.

Kebijakan Israel tentang Palestina akhir-akhir ini semakin digambarkan sebagai apartheid. Pada bulan Januari, kelompok hak asasi manusia terkemuka yang berbasis di Israel; B’Tselem, menggambarkan seluruh wilayah secara efektif di bawah kendali negara Yahudi. "Rezim supremasi Yahudi telah dibentuk dari Sungai Jordan hingga Laut Mediterania," kata kelompok HAM tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved