Kremlin Sebut Putin dan Biden Kemungkinan Bertemu Bulan Juni
Selasa, 27 April 2021 - 00:44 WIB
loading...
Kremlin menuturkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden kemungkinan akan mengadakan pertemuan pada bulan Juni. Foto/Ist
A
A
A
MOSKOW - Kremlin menuturkan bahwa Presiden Rusia , Vladimir Putin danPresiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden kemungkinan akan mengadakan pertemuan pada bulan Juni. Tetapi, menurut Kremlin, keputusan akhir akan bergantung pada banyak faktor.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov menuturkan sinyal datang dari Washington tentang rencana mengadakan pertemuan para pemimpin. Namun, dia mencatat bahwa tidak ada diskusi tentang pertemuan di tingkat kerja.
“Belumada (pembahasan di tingkat kerja) tapi sinyal sudah diterima, akan kita pertimbangkan rencana pertemuan ini,” ucapnya, seperti dilansir Tass pada Selasa (27/4/2021). Baca juga: Guru Cantik Ini Diadili karena Berhubungan Intim dengan Siswa di Mobil
"Tentu saja, kami akan membuat keputusan tergantung banyak faktor. Tapi, pertemuan bisa berlangsung pada bulan Juni," sambung mantan Duta Besar Rusia untuk AS itu.
Sementara itu, sebelumnya juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menuturkan, Moskow sedang membuat negara-negara tidak bersahabat dan AS masuk ke dalamnya. Zakharova menyebut, negara yang masuk dalam daftar itu adalah yang melarang atau pernah mengusir diplomat Rusia.
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov menuturkan sinyal datang dari Washington tentang rencana mengadakan pertemuan para pemimpin. Namun, dia mencatat bahwa tidak ada diskusi tentang pertemuan di tingkat kerja.
“Belumada (pembahasan di tingkat kerja) tapi sinyal sudah diterima, akan kita pertimbangkan rencana pertemuan ini,” ucapnya, seperti dilansir Tass pada Selasa (27/4/2021). Baca juga: Guru Cantik Ini Diadili karena Berhubungan Intim dengan Siswa di Mobil
"Tentu saja, kami akan membuat keputusan tergantung banyak faktor. Tapi, pertemuan bisa berlangsung pada bulan Juni," sambung mantan Duta Besar Rusia untuk AS itu.
Sementara itu, sebelumnya juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menuturkan, Moskow sedang membuat negara-negara tidak bersahabat dan AS masuk ke dalamnya. Zakharova menyebut, negara yang masuk dalam daftar itu adalah yang melarang atau pernah mengusir diplomat Rusia.
Lihat Juga :