Analis Pertimbangkan Kapal Selam Nanggala-402 Meledak, Ini Alasannya
Sabtu, 24 April 2021 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
"Jika kapal selam berada di palung laut 700 meter, itu akan sulit bertahan karena tekanan bawah air akan menyebabkan retak dan pecahnya lambung baja," kata pakar pertahanan Connie Rahakundini Bakrie, yang dilansir The Guardian.
Argumen Connie sinkron dengan teori yang dipaparkan juru bicara TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, yang mengatakan kapal selam bertenaga diesel bisa bertahan di kedalaman hingga 500 meter dan lebih dari itu bisa berakibat fatal.
Baca juga: Tragedi Kapal Selam Nanggala-402: Oksigen Habis, Berharap Ada Keajaiban
kapal selam KRI Nanggala-402 yang berusia 44 tahun hilang kontak saat bersiap untuk melakukan latihan torpedo.
Australia telah mengerahkan fregat yang dilengkapi sonar dengan helikopter untuk membantu pencarian kapal selam, sementara kapal penyelamat bawah laut sedang dalam perjalanan dari India, karena kekhawatiran yang berkembang bahwa kapal selam itu mungkin hancur oleh tekanan air.
"Sejauh ini kami belum menemukannya...tetapi dengan peralatan yang tersedia kami dapat menemukan lokasinya," kata Achmad Riad, juru bicara militer Indonesia, dalam jumpa pers kemarin.
Argumen Connie sinkron dengan teori yang dipaparkan juru bicara TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, yang mengatakan kapal selam bertenaga diesel bisa bertahan di kedalaman hingga 500 meter dan lebih dari itu bisa berakibat fatal.
Baca juga: Tragedi Kapal Selam Nanggala-402: Oksigen Habis, Berharap Ada Keajaiban
kapal selam KRI Nanggala-402 yang berusia 44 tahun hilang kontak saat bersiap untuk melakukan latihan torpedo.
Australia telah mengerahkan fregat yang dilengkapi sonar dengan helikopter untuk membantu pencarian kapal selam, sementara kapal penyelamat bawah laut sedang dalam perjalanan dari India, karena kekhawatiran yang berkembang bahwa kapal selam itu mungkin hancur oleh tekanan air.
"Sejauh ini kami belum menemukannya...tetapi dengan peralatan yang tersedia kami dapat menemukan lokasinya," kata Achmad Riad, juru bicara militer Indonesia, dalam jumpa pers kemarin.
Lihat Juga :