Telepon Erdogan, Biden Akan Akui Genosida Armenia oleh Kekaisaran Ottoman

Sabtu, 24 April 2021 - 10:18 WIB
loading...
A A A
Menurut Gedung Putih, Biden dan Putin setuju untuk bertemu selama KTT NATO di Brussel pada bulan Juni mendatang. Tetapi hubungan antara Washington dan Ankara telah memburuk karena keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, yang menyebabkan pemerintahan Donald Trump menjatuhkan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sekutu NATO-nya tersebut.

Pada 2018, kampanye militer Erdogan di Suriah utara melawan pasukan Kurdi membuat jengkel para pemimpin Kongres AS.

Turki, yang bergabung dengan NATO pada tahun 1952, telah menjadi mitra strategis utama AS di kawasan itu, menyediakan jembatan ke dunia Islam dan melawan ambisi Rusia. Namun meningkatnya gesekan pada sejumlah masalah—termasuk tangan Erdogan yang semakin berat terhadap media dan lawan politik—telah membuatnya mencari hubungan yang lebih dekat dengan Rusia.

Moskow tampaknya ingin memanfaatkan celah tersebut. TASS, kantor berita negara Rusia, melaporkan minggu ini bahwa "pemerintahan Biden memperjelas bahwa Amerika sebenarnya tidak memandang Erdogan sebagai mitra dan politisi yang patut dipertaruhkan, dan akan membangun hubungan dengannya dari posisi kekuatan."

Mata uang Lira Turki memperpanjang kerugian karena berita penggilan telepon Biden-Erdogan, turun sebanyak 1% terhadap dollar AS. Itu membuat kerugian minggu ini menjadi 3,9%.

“Penting untuk memajukan hubungan Turki-AS," kata kantor Erdogan.

Ronald Reagan adalah presiden AS terakhir yang menyebut kekejaman yang dilakukan terhadap orang-orang Armenia sebagai "genosida", pada tahun 1981. Namun, dia segera mengurungkannya di bawah tekanan dari Turki—negara penerus Kekaisaran Ottoman, yang runtuh setelah berakhirnya Perang Dunia I.

Erdogan telah menegur negara-negara lain yang menyebut eksekusi, deportasi, dan pembantaian terorganisir terhadap orang-orang Armenia sebagai genosida.

Diaspora Armenia telah lama melobi pemerintah AS untuk secara resmi mengakui rangkaian kekejaman berusia lebih dari 100 tahun itu sebagai genosida.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Infografis
Kaya Emas, Pulau Ini...
Kaya Emas, Pulau Ini Berpotensi Diambil Alih oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved