Karya Pelukis Indonesia Nunung WS Ramaikan Pameran 16 Seniman Perempuan Sedunia di Tokyo
Kamis, 22 April 2021 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
"Kurator pameran sangat baik dan cermat. Pilihan pelukis dan karyanya mencerminkan energi dan kualitas yang sangat tinggi. Ini merepresentasikan seni rupa modern dari seluruh belahan dunia," ujarnya yang didampingi sang istri, Nuning Akhmadi.
Nunung WS yang berkarya selama lebih dari 50 tahun mengekspresikan gagasannya lewat lukisan abstrak. Nunung menampilkan lukisan berjudul “Dimensi Aceh” berukuran 180 x 360 sentimeter (3 panel) acrylic di atas kanvas. Lukisan “Dimensi Aceh” ini mencerminkan larangan Islam terhadap penyembahan berhala.
Nunung WS yang lahir di Lawang, Jawa Timur, pada 9 Juni 1948, sejak awal kariernya berfokus pada lukisan bergaya abstraksionisme geometris. Keanekaragaman budaya Indonesia menginspirasi Nunung dalam melukis. Khususnya berbagai corak warna tenun.
"Pertama saya sangat suka dengan tenun. Indonesia terdiri banyak pulau sehingga banyak pula ragam dan corak tenun. Terutama warna dan juga visualnya. Hal itulah yang menginspirasi karya cipta saya dalam lukisan. Mengapa Aceh ? Karena bentuk visualnya berkecenderungan geometri," kata Nunung WS yang tidak hadir dalam penyelenggaraan pameran ini termasuk para peserta seniman dari berbagai negara karena pandemi COVID-19.
Nunung WS mengapresiasi penyelenggaraan pameran dan karya rupa dari para seniman.
"Ada pemikiran yang dahsyat. Mereka masih tetap berkarya. Yang dipamerkan merupakan hasil dari olah pikir yang konsisten dari mereka. Saya sangat salut kepada sang kurator Mami Kataoka, dengan temanya Another Energy. Karya dari Kuba, Carmen Herrer juga sangat menarik buat saya," kata Nunung WS yang belajar seni rupa di Akademi Seni Rupa Surabaya.
Nunung WS yang berkarya selama lebih dari 50 tahun mengekspresikan gagasannya lewat lukisan abstrak. Nunung menampilkan lukisan berjudul “Dimensi Aceh” berukuran 180 x 360 sentimeter (3 panel) acrylic di atas kanvas. Lukisan “Dimensi Aceh” ini mencerminkan larangan Islam terhadap penyembahan berhala.
Nunung WS yang lahir di Lawang, Jawa Timur, pada 9 Juni 1948, sejak awal kariernya berfokus pada lukisan bergaya abstraksionisme geometris. Keanekaragaman budaya Indonesia menginspirasi Nunung dalam melukis. Khususnya berbagai corak warna tenun.
"Pertama saya sangat suka dengan tenun. Indonesia terdiri banyak pulau sehingga banyak pula ragam dan corak tenun. Terutama warna dan juga visualnya. Hal itulah yang menginspirasi karya cipta saya dalam lukisan. Mengapa Aceh ? Karena bentuk visualnya berkecenderungan geometri," kata Nunung WS yang tidak hadir dalam penyelenggaraan pameran ini termasuk para peserta seniman dari berbagai negara karena pandemi COVID-19.
Nunung WS mengapresiasi penyelenggaraan pameran dan karya rupa dari para seniman.
"Ada pemikiran yang dahsyat. Mereka masih tetap berkarya. Yang dipamerkan merupakan hasil dari olah pikir yang konsisten dari mereka. Saya sangat salut kepada sang kurator Mami Kataoka, dengan temanya Another Energy. Karya dari Kuba, Carmen Herrer juga sangat menarik buat saya," kata Nunung WS yang belajar seni rupa di Akademi Seni Rupa Surabaya.
Lihat Juga :