Joe Biden Dilaporkan Setuju Jual Senjata ke Taiwan di Tengah Ancaman China
Rabu, 21 April 2021 - 00:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut United Daily News, diskusi seputar pengadaan M109A6 dimulai selama pemerintahan Trump, tetapi kesepakatan itu ditunda karena komplikasi dalam pengadaan peluru artileri berpemandu M982 Excalibur.
"Swedia, yang mengambil bagian dalam penelitian dan pengembangan senjata presisi 155 mm, menentang penjualan tersebut," tulis surat kabar itu.
Pejabat pemerintahan Tsai yang dikutip dalam laporan itu tidak mengatakan apakah Taiwan akan dapat memperoleh proyektil M982 Excalibur, hanya saja proses pengadaannya sedang berlangsung.
Senjata pendukung M109A6 yang masuk akan ditugaskan ke Angkatan Darat Taiwan dan melengkapi senjata self-propelled M109A2 dan M109A5 yang sudah tua, yang termuda telah beroperasi selama 21 tahun, menurut Central News Agency (CNA) yang didanai pemerintah Taiwan.
Analis militer di pulau itu telah mencatat sistem pengendalian tembakan otomatis superior Paladin, yang memungkinkannya untuk menembakkan peluru pertamanya dalam waktu 60 detik setelah menyiapkan rata-rata delapan peluru per menit.
"M109A6 memiliki jarak tembak efektif antara 15 dan 18 mil tergantung pada muatannya. Sementara itu, proyektil M982 Excalibur yang dipandu GPS dapat menyerang target pada jarak hingga 25 mil," CNA melaporkan.
Menyusul kemenangannya Biden dalam pemilu presiden November lalu, para analis baik di Taipei dan Beijing mengharapkan penurunan yang signifikan dalam penjualan senjata ke Taiwan saat pemerintahan baru AS meninjau kebijakan China.
"Swedia, yang mengambil bagian dalam penelitian dan pengembangan senjata presisi 155 mm, menentang penjualan tersebut," tulis surat kabar itu.
Pejabat pemerintahan Tsai yang dikutip dalam laporan itu tidak mengatakan apakah Taiwan akan dapat memperoleh proyektil M982 Excalibur, hanya saja proses pengadaannya sedang berlangsung.
Senjata pendukung M109A6 yang masuk akan ditugaskan ke Angkatan Darat Taiwan dan melengkapi senjata self-propelled M109A2 dan M109A5 yang sudah tua, yang termuda telah beroperasi selama 21 tahun, menurut Central News Agency (CNA) yang didanai pemerintah Taiwan.
Analis militer di pulau itu telah mencatat sistem pengendalian tembakan otomatis superior Paladin, yang memungkinkannya untuk menembakkan peluru pertamanya dalam waktu 60 detik setelah menyiapkan rata-rata delapan peluru per menit.
"M109A6 memiliki jarak tembak efektif antara 15 dan 18 mil tergantung pada muatannya. Sementara itu, proyektil M982 Excalibur yang dipandu GPS dapat menyerang target pada jarak hingga 25 mil," CNA melaporkan.
Menyusul kemenangannya Biden dalam pemilu presiden November lalu, para analis baik di Taipei dan Beijing mengharapkan penurunan yang signifikan dalam penjualan senjata ke Taiwan saat pemerintahan baru AS meninjau kebijakan China.
Lihat Juga :