Tabungan Seumur Hidup Habis, Wanita AS Gugat Aplikasi Mirip Kasino

loading...
Tabungan Seumur Hidup Habis, Wanita AS Gugat Aplikasi Mirip Kasino
Tampilan iklan aplikasi game buatan DoubleDown Interactive. Foto/apkfab
MONTANA - Seorang wanita yang kehilangan tabungan seumur hidupnya karena aplikasi mirip kasino, menggugat perusahaan yang membuat aplikasi itu.

Wanita bernama Kathleen Wilkinson itu adalah seorang nenek dari pedesaan Montana, Amerika Serikat (AS).

Dia mengalami cedera tulang belakang pada 2016 dan kemudian melihat iklan mesin slot yang muncul di Facebook.

Baca juga: AS: Rencana Rusia Memblokir Laut Hitam adalah Eskalasi Tanpa Alasan

"Pertama menyenangkan. Kemudian saya mulai mengeluarkan uang untuk itu sedikit. Kemudian saya menjadi lebih dan lebih," ujar dia kepada NBC News.



Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Dukung Rencana Israel Gulingkan Raja Yordania

Wilkinson menghabiskan USD50.000 dalam aplikasi tersebut. Menurut dia, aplikasi itu menghancurkan hidupnya.

Baca juga: Presiden Chad Idriss Deby Meninggal dalam Bentrok Lawan Pemberontak

"Anda menjadi kecanduan seperti siapa pun yang belum pernah berada di kasino sebelumnya, dan mereka kembali ke sana setiap hari," ujar dia.

Para pengguna lainnya mengatakan mereka kehilangan antara USD10.000 hingga USD400.000 saat memainkan game serupa di berbagai aplikasi.



DoubleDown Interactive yang digunakan jutaan orang setiap bulan, termasuk Wilkinson, melaporkan pendapatan tahunan lebih dari USD273 juta pada 2020.

"Saat seorang pemain menggunakannya, alat analitik milik kami membedah perilaku bermain mereka pada tingkat yang terperinci," ungkap laporan keuangan DoubleDown Interactive.

Pengacara Wilkinson baru-baru ini mencapai kesepakatan penyelesaian USD155 juta dengan perusahaan serupa, Big Fish, dalam gugatan class action. Kini pengacara itu menggugat DoubleDown.

Aplikasi kasino sosial itu berinteraksi dengan para pemain melalui aplikasi dan video.

Aplikasi itu mengalami peningkatan tajam pengguna selama pandemi virus corona karena lockdown.

Perusahaan game online lainnya juga melaporkan peningkatan tajam pendapatan mereka selama pandemi virus corona.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top