Umat Muslim Italia Lalui Ramadhan di Bawah Pembatasan Ketat
Minggu, 18 April 2021 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Bertaraf Internasional, Kompetisi Gebyar Ramadhan Uhamka Diikuti 900 Peserta
“Setidaknya tahun ini kami bisa pergi ke masjid untuk sholat, tentunya dengan segala kewaspadaan yang mungkin agar tidak mengambil resiko. Itu langkah maju yang cukup besar dibandingkan dengan tahun lalu, ketika kami tidak dapat meninggalkan rumah kami,” kata Sana El-Gosairi.
"Kami akan sangat berhati-hati. Kami tidak dapat mengambil resiko apa pun sekarang, karena kami dapat melihat cahaya di ujung terowongan dengan vaksin," sambungnya.
El-Gosairi menuturkan, dia akan menghabiskan Ramadhan tanpa orang tuanya, yang terjebak di Maroko karena larangan perjalanan yang diperpanjang negara itu hingga 21 Mei.
Baca: Tausiyah Gus Baha Tentang Tidurnya Orang Berpuasa, Apakah Termasuk Ibadah?
Hamid Zariate, seorang dokter dan imam di kota Biella, mengatakan, dia telah mengeluarkan imbauan kepada jamaahnya untuk menghindari keramaian.
“Setidaknya tahun ini kami bisa pergi ke masjid untuk sholat, tentunya dengan segala kewaspadaan yang mungkin agar tidak mengambil resiko. Itu langkah maju yang cukup besar dibandingkan dengan tahun lalu, ketika kami tidak dapat meninggalkan rumah kami,” kata Sana El-Gosairi.
"Kami akan sangat berhati-hati. Kami tidak dapat mengambil resiko apa pun sekarang, karena kami dapat melihat cahaya di ujung terowongan dengan vaksin," sambungnya.
El-Gosairi menuturkan, dia akan menghabiskan Ramadhan tanpa orang tuanya, yang terjebak di Maroko karena larangan perjalanan yang diperpanjang negara itu hingga 21 Mei.
Baca: Tausiyah Gus Baha Tentang Tidurnya Orang Berpuasa, Apakah Termasuk Ibadah?
Hamid Zariate, seorang dokter dan imam di kota Biella, mengatakan, dia telah mengeluarkan imbauan kepada jamaahnya untuk menghindari keramaian.
Lihat Juga :