Ukraina Ketir-ketir dengan 110.000 Tentara dan Senjata Nuklir Rusia
Jum'at, 16 April 2021 - 09:37 WIB
loading...
Tank-tank tempur bermunculan di Maslovka, Wilayah Voronezh, Rusia, di tengah ketegangan dengan Ukraina yang semakin memanas. Foto/REUTERS
A
A
A
KIEV - Ukraina menyuarkan kecemasannya dengan pengerahan tentara Rusia di dekat perbatasan kedua negara yang sudah mencapai 110.000 personel. Kiev juga khawatir Moskow akan mengerahkan senjata nuklir ke Crimea.
Menteri Pertahanan Ukraina Andrii Taran mengatakan data 110.000 tentara Moskow yang dikerahkan di perbatasan itu merupakan data terbaru intelijen Kiev. Namun, dia tidak tidak menunjukkan buktinya.
Baca juga: Tegang dengan Rusia, Ukraina Minta Bantuan ke Uni Eropa
Menurutnya, data intelijen itu juga menunjukkan gerak-gerik Moskow yang diduga ingin menempatkan persenjataan nuklirnya di Crimea. "Kehadiran amunisi nuklir di semenanjung (Crimea) dapat memicu serangkaian masalah politik, hukum dan moral yang kompleks," katanya dalam paparannya di hadapan parlemen Uni Eropa, kemarin.
Media Inggris, The Mirror, pada Kamis (15/4/2021) malam, juga merilis bocoran data intelijen yang menunjukkan 107.000 tentara Rusia sudah siaga di sepanjang perbatasan Ukraina. Bocoran data itu juga memperkirakan ada 1.300 tank tempur, 3.700 drone, 1.300 unit artileri dan mortir, serta 380 sistem roket peluncuran ganda Moskow disiagakan di perbatasan.
Tak disebutkan data intelijen negara mana yang dibocorkan itu. Media itu juga melaporkan bahwa pasukan Rusia telah mengecat kendaraan serbu mereka dengan "garis-garis invasi" yang tidak menyenangkan, yang meningkatkan ketakutan akan pecahnya perang habis-habisan.
Ketegangan antara kedua negara itu telah meningkat setelah pencaplokan Rusia atas wilayah Crimea Ukraina pada tahun 2014, sebagai upaya Moskow untuk menjauhkan NATO dari perbatasannya.
Menteri Pertahanan Ukraina Andrii Taran mengatakan data 110.000 tentara Moskow yang dikerahkan di perbatasan itu merupakan data terbaru intelijen Kiev. Namun, dia tidak tidak menunjukkan buktinya.
Baca juga: Tegang dengan Rusia, Ukraina Minta Bantuan ke Uni Eropa
Menurutnya, data intelijen itu juga menunjukkan gerak-gerik Moskow yang diduga ingin menempatkan persenjataan nuklirnya di Crimea. "Kehadiran amunisi nuklir di semenanjung (Crimea) dapat memicu serangkaian masalah politik, hukum dan moral yang kompleks," katanya dalam paparannya di hadapan parlemen Uni Eropa, kemarin.
Media Inggris, The Mirror, pada Kamis (15/4/2021) malam, juga merilis bocoran data intelijen yang menunjukkan 107.000 tentara Rusia sudah siaga di sepanjang perbatasan Ukraina. Bocoran data itu juga memperkirakan ada 1.300 tank tempur, 3.700 drone, 1.300 unit artileri dan mortir, serta 380 sistem roket peluncuran ganda Moskow disiagakan di perbatasan.
Tak disebutkan data intelijen negara mana yang dibocorkan itu. Media itu juga melaporkan bahwa pasukan Rusia telah mengecat kendaraan serbu mereka dengan "garis-garis invasi" yang tidak menyenangkan, yang meningkatkan ketakutan akan pecahnya perang habis-habisan.
Ketegangan antara kedua negara itu telah meningkat setelah pencaplokan Rusia atas wilayah Crimea Ukraina pada tahun 2014, sebagai upaya Moskow untuk menjauhkan NATO dari perbatasannya.
Lihat Juga :