China Sarankan Jepang Buang Saja 1,25 Juta Air Nuklir Fukushima ke AS

Kamis, 15 April 2021 - 08:47 WIB
loading...
China Sarankan Jepang...
Tweet diplomat China yang sarankan Jepang agar membuang lebih dari 1 juta ton air limbah nuklir Fukushima ke AS. Foto/Twitter @SpokespersonCHN
A A A
BEIJING - China menyarankan Jepang agar membuang 1,25 juta air limbah nuklir Fukushima ke Amerika Serikat (AS). Saran ini dilontarkan setelah Washington mendukung rencana Tokyo untuk membuang air limbah radioaktif itu ke laut dengan klaim sudah aman karena telah diolah.

Dalam dua tweet pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying memperkuat penolakan Beijing terhadap rencana Jepang untuk membuang lebih dari satu juta ton air limbah radioaktif yang diolah reaktor nuklir Fukushima ke laut.

Baca juga: Jepang Akan Buang 1,25 Juta Ton Air Nuklir Fukushima ke Laut

“Jepang dan AS mengeklaim bahwa air limbah nuklir yang diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima sesuai dengan standar keamanan internasional dan bahkan dapat diminum, lalu mengapa mereka tidak menyimpan airnya untuk diri mereka sendiri? atau mungkin mengirimkannya ke AS?," tulis Hua yang dikutip dari akun Twitter-nya, @SpokespersonCHN, Rabu (14/4/2021).

Dalam melontarkan saran itu, Hua mengunggah kartun yang menunjukkan bagaimana limbah nuklir akan memengaruhi air minum dan kesehatan manusia.

Hua melanjutkan tweet-nya dengan menyatakan akan lebih baik untuk memiliki penilaian internasional tentang keamanan air limbah nuklir Jepang sebelum ada yang meminumnya.

Pada hari Senin, Jepang mengumumkan akan membuang air limbah dari kerusakan di pembangkit nuklir Fukushima ke laut dalam waktu sekitar dua tahun. Rencana tersebut, yang telah banyak dilaporkan menjadi pilihan yang disukai Tokyo, mendapat kecaman dari tetangga Jepang, China dan Korea Selatan.

Pada hari Selasa, Beijing memberi label Tokyo "sangat tidak bertanggung jawab" dan menyerukan konsultasi dengan negara tetangga dan pihak terkait.

Korea Selatan juga memprotes keputusan tersebut. Seoul memanggil duta besar Jepang untuk memprotes keputusan itu.

Tahun lalu, Greenpeace melaporkan bahwa air limbah dari reaktor nuklir Fukushima lebih berbahaya daripada yang diklaim aman oleh pemerintah Jepang.

Baca juga: Pria Cacat Dikremasi Hidup-hidup, Gantikan Mayat Pria Kaya yang Minta Dikubur

Publikasi mereka berjudul "Stemming the tide 2020: The reality of the Fukushima radioactive water crisis" mengeklaim bahwa air yang diolah masih mengandung tingkat karbon-14 yang berbahaya, sebuah zat radioaktif yang memiliki potensi untuk merusak DNA manusia.

Organisasi tersebut mengeklaim bahwa pemerintah Jepang telah salah menggambarkan air limbah nuklir sebagai "air olahan", dan telah memberikan kesan bahwa radioaktif tritium adalah satu-satunya radionuklida di dalam air.

Lebih dari 1 juta ton air limbah nuklir telah dikumpulkan dan diolah oleh pihak berwenang Jepang sejak pembangkit nuklir itu meleleh akibat diguncang gempa besar dan tsunami lebih dari satu dekade lalu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved