Biden Resmi Akhiri Pengerahan Pasukan AS ke Afghanistan
Kamis, 15 April 2021 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menulis di Twitter bahwa dia telah berbicara dengan Biden dan dia menghormati keputusan AS.
Ghani menambahkan, “Kami akan bekerja dengan mitra AS kami untuk memastikan transisi yang mulus. Kami akan terus bekerja dengan mitra AS / NATO kami dalam upaya perdamaian yang sedang berlangsung."
Presiden Biden telah menghadapi tenggat waktu penarikan pasukan pada 1 Mei, yang ditetapkan pendahulunya dari Partai Republik, Donald Trump.
Keputusan Biden akan membuat pasukan di Afghanistan melewati batas waktu itu, tetapi para pejabat menyarankan pasukan dapat ditarik sepenuhnya sebelum 11 September.
Ada pertemuan puncak yang direncanakan tentang Afghanistan mulai 24 April di Istanbul yang akan melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Qatar.
Taliban, yang digulingkan dari kekuasaan pada 2001 oleh pasukan pimpinan AS, mengatakan tidak akan mengambil bagian dalam pertemuan apa pun yang akan membuat keputusan tentang Afghanistan sampai semua pasukan asing meninggalkan negara itu.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid meminta Amerika Serikat mematuhi kesepakatan yang dicapai kelompok itu dengan pemerintahan Trump.
"Jika kesepakatan itu dijanjikan, masalah yang tersisa juga akan diselesaikan," tulis Mujahid di Twitter. "Jika kesepakatan tidak berkomitmen untuk, masalah pasti akan meningkat."
Ghani menambahkan, “Kami akan bekerja dengan mitra AS kami untuk memastikan transisi yang mulus. Kami akan terus bekerja dengan mitra AS / NATO kami dalam upaya perdamaian yang sedang berlangsung."
Presiden Biden telah menghadapi tenggat waktu penarikan pasukan pada 1 Mei, yang ditetapkan pendahulunya dari Partai Republik, Donald Trump.
Keputusan Biden akan membuat pasukan di Afghanistan melewati batas waktu itu, tetapi para pejabat menyarankan pasukan dapat ditarik sepenuhnya sebelum 11 September.
Ada pertemuan puncak yang direncanakan tentang Afghanistan mulai 24 April di Istanbul yang akan melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Qatar.
Taliban, yang digulingkan dari kekuasaan pada 2001 oleh pasukan pimpinan AS, mengatakan tidak akan mengambil bagian dalam pertemuan apa pun yang akan membuat keputusan tentang Afghanistan sampai semua pasukan asing meninggalkan negara itu.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid meminta Amerika Serikat mematuhi kesepakatan yang dicapai kelompok itu dengan pemerintahan Trump.
"Jika kesepakatan itu dijanjikan, masalah yang tersisa juga akan diselesaikan," tulis Mujahid di Twitter. "Jika kesepakatan tidak berkomitmen untuk, masalah pasti akan meningkat."
(sya)
Lihat Juga :