Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%

Rabu, 14 April 2021 - 01:01 WIB
loading...
A A A
“Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB, telah diberitahu tentang keputusan tersebut,” papar negosiator utama Iran kepada Press TV dari Wina.

Seorang juru bicara IAEA mengatakan kepada Reuters, “Kami telah melihat laporan media yang Anda maksud. Kami tidak memiliki komentar untuk saat ini."

Pekan lalu, Iran dan kekuatan global mengadakan apa yang mereka gambarkan sebagai pembicaraan "konstruktif" untuk menyelamatkan kesepakatan 2015.

Iran telah melanggar batas maksimal pengayaan uraniumnya sejak Trump memberlakukan kembali sanksi keras AS terhadap Teheran.

Kesepakatan itu telah membatasi Iran pada tingkat kemurnian pengayaan uranium heksafluorida, bahan baku sentrifugal, sebesar 3,67%, jauh di bawah 90% yang dibutuhkan untuk bahan baku bom atom.

Iran dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan pengayaan menjadi kemurnian 20%, tingkat di mana uranium dianggap sangat diperkaya dan merupakan langkah signifikan menuju tingkat senjata.

Pengayaan 35% secara umum merupakan tingkat yang dibutuhkan untuk menjalankan pembangkit listrik tenaga nuklir sipil.

Hambatan terbesar untuk memproduksi senjata nuklir adalah mengumpulkan bahan fisil dalam jumlah yang cukup, baik uranium yang diperkaya 90%, atau plutonium untuk inti bom.

Salah satu tujuan utama dari kesepakatan 2015 adalah memperpanjang waktu yang dibutuhkan Iran melakukan pengayaan uranium 90%, jika mau, menjadi satu tahun dari sekitar 2-3 bulan.

Iran mengatakan tidak pernah berusaha mendapatkan atau mengembangkan senjata nuklir. Iran mengakui mencari teknologi nuklir untuk tujuan sipil di bidang kedokteran atau energi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved