Ketegangan Militer Rusia-Ukraina, Apa yang Sebenarnya Terjadi

Selasa, 13 April 2021 - 16:00 WIB
loading...
Ketegangan Militer Rusia-Ukraina,...
Eskalasi terus meningkat di perbatasan Ukraina dengan Rusia. Sebuah video menunjukkan tank dan kendaraan militer di wilayah Voronezh Rusia. Foto/The Guardian
A A A
KIEV - Sejak pertengahan Maret, ada banyak peringatan dari Ukraina dan pemerintah Barat bahwa Moskow mengerahkan pasukan di Krimea yang dicaplok Rusia dan di sekitar zona konflik Ukraina timur.

Apakah ini "gemerincing pedang" atau persiapan perang? Niatan Rusia masih belum jelas hingga saat ini, namun berikut adalah panduan singkat untuk perkembangan terbaru yang dikutip dari BBC, Selasa (13/4/2021).

Apakah Rusia bersiap untuk menginvasi Ukraina?
Berbagai sumber telah melaporkan pergerakan besar militer Rusia menuju perbatasan timur Ukraina dan Krimea, yang dianeksasi oleh pasukan Rusia dari Ukraina pada Maret 2014. Banyak dari laporan ini telah muncul di Twitter, seperti tweet analis intelijen Jane tentang rudal jarak pendek Iskander.

Kremlin sendiri belum memberikan rincian tentang unit yang terlibat. Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov mengatakan, memindahkan pasukan melintasi wilayah Rusia adalah "urusan internal" yang seharusnya tidak menjadi perhatian siapa pun. Beberapa pasukan, termasuk unit di Krimea, telah melakukan latihan. Namun Peskov juga menuduh Ukraina melakukan "provokasi".

Baca juga: Ukraina: Putin Belum Mau Diajak Bicara Soal Penempatan Pasukan di Perbatasan

Sumber intelijen Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa pasukan tambahan berjumlah 16 kelompok taktis batalion, yang akan berjumlah hingga 14.000 tentara. Secara total, menurut kepresidenan Ukraina, Rusia sekarang memiliki sekitar 40.000 di perbatasan timur dan sekitar 40.000 di Krimea.

Jadi apakah ini kekuatan invasi? Bisa jadi, tetapi analis mengatakan invasi besar tidak mungkin terjadi. Infiltrasi akan menjadi metode teruji dan tepercaya Rusia. Pasukan khusus Rusia tanpa lencana - dijuluki "orang hijau kecil" - mengambil alih Krimea pada tahun 2014.

Ukraina, NATO dan pemerintah Barat mengatakan Rusia juga memiliki unit reguler dan senjata berat di timur Ukraina yang dikuasai separatis. Kremlin membantahnya dan menyebut pasukan Rusia di sana "sukarelawan".

Mengapa Rusia berperang dengan Ukraina?
Sejak runtuhnya komunisme pada tahun 1991, pasukan Rusia telah campur tangan dalam beberapa konflik di bekas republik Soviet, terutama di Chechnya dan bagian lain Kaukasus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait: Rudal Patriot AS yang Error, Hantam Terminal Penumpang
Rekomendasi
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved