Dengan Tembakan Meriam dan Bunga, Inggris Hormati Pangeran Philip

Minggu, 11 April 2021 - 04:05 WIB
loading...
A A A
Meskipun ada permintaan dari keluarga kerajaan agar publik mematuhi aturan pandemi jarak sosial dan menghindari kunjungan ke kediamannya, orang-orang tetap meletakkan kartu dan karangan bunga di luar Kastil Windsor dan Istana Buckingham.

“Ini bukan sesuatu yang pernah saya lakukan sebelumnya,” ujar Joanna Reesby, 60, yang datang untuk memberi penghormatan di Istana Buckingham.

“Saya membawa mawar kuning untuk persahabatan karena menurut saya itulah yang dia tunjukkan kepada semua orang yang datang ke dunianya,” ungkap dia.

Ratu, 94, mengumumkan kematian "suaminya tercinta", dan dia telah kehilangan orang kepercayaan terdekatnya, satu-satunya orang yang bisa dia percayai dan yang bebas untuk mengungkapkan pikirannya kepadanya. Mereka telah menikah selama 73 tahun dan Philip akan berusia 100 tahun pada Juni.

Duke of Edinburgh, sebutan resmi Philip, dianggap membantu memodernisasi institusi dan mendukung istrinya ketika monarki menghadapi krisis berulang selama pemerintahannya, yang telah berlangsung 69 tahun sejauh ini.

Bel tenor di Westminster Abbey London berdentang 99 kali, tanda tradisional kematian seorang anggota keluarga kerajaan.

Bendera di Istana Buckingham dan di gedung-gedung pemerintah di seluruh Inggris diturunkan menjadi setengah tiang dan operator papan reklame mengganti iklan dengan foto dan penghormatan kepada Pangeran Philip.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Ketika Raja Charles...
Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!
Rekomendasi
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved