Kekurangan Ventilator Membuat Afrika Kian Sulit Atasi Pandemi Covid-19

Minggu, 19 April 2020 - 01:40 WIB
loading...
A A A
Beberapa pemerintah Eropa, setelah menerapkan taktik mobilisasi masa perang untuk mendorong pabrik-pabrik mengeluarkan lebih banyak ventilator, sekarang menghentikan perusahaan-perusahaan untuk mengekspornya. Langkah ini diambil untuk bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Rumah sakit dan petugas layanan kesehatan di negara-negara Afrika akan segera menghadapi kekurangan ventilator saat mereka bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya pasien virus Corona yang kritis di tengah peningkatan harian dari kasus yang dikonfirmasi.

Seorang administrator senior di rumah sakit swasta di Khartoum, Sudan mengatakan kepada surat kabar South African Mail and Guardian bahwa hanya ada lebih dari 80 ventilator di negaranya. Nigeria, dengan populasi 200 juta orang, memiliki kurang dari 500 ventilator di 36 negara bagian dan Wilayah Ibu Kota Federal.

"Hanya ada tiga ventilator yang tersedia di Republik Afrika Tengah, sebuah negara berpenduduk hampir lima juta orang," kata David Manan, Direktur Negara untuk Dewan Pengungsi Norwegia, seperti dilansir Al Arabiya.

"Ketika negara-negara kaya berada dalam mode panik, menyatakan bahwa ribuan ventilator tidak akan cukup, itu hanya menyoroti bagaimana negara-negara miskin seperti Republik Afrika Tengah tidak memiliki peluang dalam perang melawan COVID-19," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Siapa Yoweri Museveni?...
Siapa Yoweri Museveni? Mantan Bintang Pop yang Sudah Berkuasa 40 Tahun di Uganda
Israel Jadi Negara Pertama...
Israel Jadi Negara Pertama di Dunia yang Mengakui Somaliland
Ingin Cari Keadilan,...
Ingin Cari Keadilan, Aljazair Ingin Mengkriminalisasi Penjajahan Prancis selama 130 Tahun
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved