PM Israel: JCPOA 2015 Membuka Jalan Iran Membuat Bom Nuklir!
Sabtu, 10 April 2021 - 01:15 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada pihak di dunia ini yang akan mencegah kami memiliki hak dan kekuatan untuk mempertahankan diri dari ancaman eksistensial apa pun," ujarnya, seperti dikutip Middle East Monitor, Jumat (9/4/2021).
Israel sendiri mengadopsi kebijakan ambigu tentang kepemilikan senjata nukir, di mana negara Yahudi itu tidak pernah membenarkan atau pun menyangkal bahwa pihaknya memiliki senjata nuklir.
Laporan berbagai dokumen yang tak diakui atau pun dibantah menyebutkan Israel memiliki sekitar 400 hulu ledak nuklir yang dapat dikirim ke pihak musuh dengan berbagai cara.
Rezim Zionis hingga saat ini tidak menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir dan fasilitas nuklirnya tidak pernah diinspeksi oleh komunitas internasional. Juga oleh Amerika Serikat (AS).
Pada 2015, Iran dan enam negara kekuatan dunia [AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China] meneken kesepakatan nuklir yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Dalam perjanjian JCPOA itu, Iran bersedia mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.
Israel sendiri mengadopsi kebijakan ambigu tentang kepemilikan senjata nukir, di mana negara Yahudi itu tidak pernah membenarkan atau pun menyangkal bahwa pihaknya memiliki senjata nuklir.
Laporan berbagai dokumen yang tak diakui atau pun dibantah menyebutkan Israel memiliki sekitar 400 hulu ledak nuklir yang dapat dikirim ke pihak musuh dengan berbagai cara.
Rezim Zionis hingga saat ini tidak menandatangani perjanjian non-proliferasi nuklir dan fasilitas nuklirnya tidak pernah diinspeksi oleh komunitas internasional. Juga oleh Amerika Serikat (AS).
Pada 2015, Iran dan enam negara kekuatan dunia [AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China] meneken kesepakatan nuklir yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Dalam perjanjian JCPOA itu, Iran bersedia mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.
Lihat Juga :