Rusia: WHO Seharusnya Tidak Digunakan sebagai Alat Politik

Rabu, 20 Mei 2020 - 18:56 WIB
loading...
Rusia: WHO Seharusnya...
Rusia menegaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak boleh digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah politik antar negara. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia menegaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak boleh digunakan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah politik antar negara. Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.

"WHO seharusnya tidak menjadi bualan untuk bolak-balik mengejar tujuan selain dari membangun kerjasama internasional yang paling efisien melawan pandemi," ucap Ryabkov, seperti dilansir Xinhua pada Rabu (20/5/2020).

Ryabkov mengatakan, Rusia menentang mempolitisasi segala sesuatu yang berkaitan dengan penyebaran virus Corona dan mendukung menemukan cara yang akan memungkinkan semua pihak untuk maju ke arah solusi yang lebih efektif untuk masalah yang terkait dengan pandemi, untuk mengkonsolidasikan peran WHO dan untuk mencegah melemahnya.

"Sayangnya, wilayah-wilayah ini bukan merupakan prioritas bagi Amerika Serikat(AS) dan sejumlah sekutu terdekatnya," katanya.

Diplomat senior Rusia itu mengatakan bahwa Moskow tidak melihat alasan untuk tidak mempercayai informasi dan metode yang digunakan dan disebarluaskan sebagai informasi WHO yang bersumber dari China.

Seperti diketahui, Presiden AS, Donald Trump kemarin mengirim surat kepada Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Di mana Trump mengancam akan menghentikan pembiayaannya dan mempertimbangkan kembali keanggotaan AS kecuali jika WHO berkomitmen untuk "perbaikan substantif" dalam 30 hari.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Sepertiga APBN Rusia...
Sepertiga APBN Rusia Digunakan Persiapan Perang dengan NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved