Terungkap, Ketakutan AS Gabung Kembali dengan Perjanjian Open Skies

Kamis, 08 April 2021 - 10:40 WIB
loading...
Terungkap, Ketakutan...
Sebuah memo yang bocor mengungkapkan ketakutan AS gabung kembali dengan Perjanjian Open Skies. Foto/Ilustrasi/vestnikkavkaza.net
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan cepat memperbarui Perjanjian Baru Pengurangan Senjata Strategi (New START) setelah menjabat. Namun ia tidak berbuat banyak untuk membatalkan kebijakan pemerinatahan sebelumnya yang menarik AS dari sejumlah perjanjian senjata internasional, meskipun menentangnya saat tindakan tersebut terjadi saat itu.

Salah satunya adalah perjanjian Open Skies . Sementara Partai Demokrat menyebut penarikan AS dari perjanjian itu oleh mantan Presiden Donald Trump sebagai tindakan ilegal, pemerintah Biden secara pribadi mengatakan kepada sekutunya bahwa kembali ke perjanjian itu akan memberi "pesan yang salah" kepada Rusia .

Hal itu terungkap dari sebuah memo yang bocor dan diperoleh Defense News.

"(Pemerintahan Biden) terus terang prihatin bahwa menyetujui untuk bergabung kembali dengan perjanjian yang terus dilanggar Rusia akan mengirimkan pesan yang salah ke Rusia dan merusak posisi kami dalam agenda pengendalian senjata yang lebih luas," bunyi pesan tertanggal 31 Maret kepada "mitra internasional" itu.

“Meskipun kami mengakui bahwa pelanggaran Open Skies Rusia tidak sama besarnya dengan pelanggaran materialnya terhadap Perjanjian INF, itu adalah bagian dari pola pengabaian Rusia terhadap komitmen internasional - dalam pengendalian senjata dan seterusnya - yang menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan Rusia untuk berpartisipasi secara kooperatif dalam rezim membangun kepercayaan,” lanjut memo itu seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (8/4/2021).

Perjanjian Angkatan Nuklir Jarak Menengah (INF) dan Perjanjian Open Skies (OST) adalah dua perjanjian yang ditandatangani AS dengan Rusia yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan antara kedua negara, khususnya di Eropa Timur.

Ini terjadi setelah ketegangan pada 1980-an menciptakan kondisi di mana serangan terhadap Moskow oleh NATO dapat terjadi begitu cepat sehingga meninggalkan pasukan Pakta Warsawa tanpa waktu yang cukup untuk mengevaluasi ancaman, sehingga kemungkinan kesalahan atau pembacaan yang salah dapat berubah menjadi perang all out.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
BSKDN Kemendagri Perkuat...
BSKDN Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Uncen Dorong Lahirkan Inovasi Daerah
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Berita Terkini
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved