Wanita Ini Potong Alat Kelamin Pacar saat Tidur karena Selingkuh
Selasa, 06 April 2021 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Korban yang terluka tersebut dibawa dengan ambulans ke Changhua Christian Hospital di mana para petugas medis mengatakan bahwa mereka harus mengoperasi untuk membendung pendarahan.
Baca juga: Putin Teken UU yang Bisa Membuatnya Berkuasa hingga 2036
Mereka memastikan bahwa ujung penis korban telah dipotong 1,5 cm (0,59 inci). Sedangkan skrotum dan testisnya masih utuh.
"Pemeriksaan menunjukkan 'kejantanan' Huang terpotong dan masih berdarah, jadi dokter harus melakukan operasi darurat untuk menghentikan pendarahan, dan memperbaiki uretra untuk pelepasan urine. Skrotum dan testisnya masih utuh," ujar wakil direktur rumah sakit, Chou Chih-chung.
"Huang tidak dalam bahaya yang mematikan. Dia masih kesakitan setelah sembuh dari anestesi, tapi bisa minum air dan makan dengan normal," ujarnya.
Pelaku mengatakan bahwa dia bertindak atas dorongan hati dan telah meminta maaf. Dia sekarang menyesali tindakannya.
Korban telah diberi tahu bahwa dia tidak dapat lagi berhubungan seks dan diberi nasihat tentang implan buatan dan operasi rekonstruktif. Korban juga ditawari konseling psikologis.
Baca juga: Putin Teken UU yang Bisa Membuatnya Berkuasa hingga 2036
Mereka memastikan bahwa ujung penis korban telah dipotong 1,5 cm (0,59 inci). Sedangkan skrotum dan testisnya masih utuh.
"Pemeriksaan menunjukkan 'kejantanan' Huang terpotong dan masih berdarah, jadi dokter harus melakukan operasi darurat untuk menghentikan pendarahan, dan memperbaiki uretra untuk pelepasan urine. Skrotum dan testisnya masih utuh," ujar wakil direktur rumah sakit, Chou Chih-chung.
"Huang tidak dalam bahaya yang mematikan. Dia masih kesakitan setelah sembuh dari anestesi, tapi bisa minum air dan makan dengan normal," ujarnya.
Pelaku mengatakan bahwa dia bertindak atas dorongan hati dan telah meminta maaf. Dia sekarang menyesali tindakannya.
Korban telah diberi tahu bahwa dia tidak dapat lagi berhubungan seks dan diberi nasihat tentang implan buatan dan operasi rekonstruktif. Korban juga ditawari konseling psikologis.
(min)
Lihat Juga :