TOS-2 Tosochka, Sistem Pelontar Api Terbaru Rusia

Senin, 05 April 2021 - 02:00 WIB
loading...
TOS-2 Tosochka, Sistem...
TOS-2 Tosochka
A A A
MOSKOW - Rusia telah memulai uji coba militer sistem pelontar api berat TOS-2 Tosochka terbaru. Senjata tersebut menembakkan proyektil thermobaric yang menggunakan oksigen dari udara sekelilingnya untuk menghasilkan ledakan suhu tinggi.

Senjata ini dirancang untuk membakar dan menghancurkan bangunan serta melumpuhkan kendaraan lapis baja ringan. Ini akan digunakan untuk membasmi teroris yang bersembunyi di gua dan terowongan yang sulit dijangkau tanpa resiko kehilangan personel.

Baca: AS Nilai Keberadaan S-400 Rusia Ganggu Hubungan dengan Turki

“TOS-2 bekerja sebagai berikut: Ia meluncurkan roket dengan proyektil thermobaric yang ketika membentur tanah mengeluarkan awan dengan kandungan zat yang mudah terbakar, yang meledak seperti bola api dalam film atau video permainan,” kata seorang narasumber di kompleks industri militer Rusia, seperti dilansir Russia Beyond The Headline.

Menurutnya, Rusia telah secara aktif mengerahkan sistem pelontar api berat generasi sebelumnya di Suriah untuk memaksa kelompok militan keluar dari gua dan terowongan tempat persembunyian mereka.

“Gas menembus tempat-tempat yang paling sulit dijangkau. Senjata tersebut terbukti sangat efektif dalam konflik di Timur Tengah. Terlebih lagi, proyektil thermobaric tidak termasuk dalam Konvensi Senjata Kimia PBB," jelasnya.

Baca: Gugatan Ditolak, Tentara Tercantik Garda Nasional Rusia Tetap Dipecat

TOS-2 adalah pengembangan lebih lanjut sistem pelontar api berat yang digunakan yentara Rusia dan dipasok ke mitra-mitra Moskow di luar negeri. Model sebelumnya termasuk TOS-1 Buratino dan TOS-1A Solntsepek.

Perbedaan utama antara TOS-2 dan sistem generasi sebelumnya terletak pada sasisnya yang beroda alih-alih dengan roda rantai T-72. Dengan demikian, kemampuan manuver dan mobilitas kendaraan meningkat, sementara biaya produksi berkurang.

“Solusi ini memungkinkan kita melakukan taktik tabrak lari, melancarkan serangan kilat terhadap musuh lalu kabur secepat mungkin,” kata Vadim Kozyulin dari Akademi Ilmu Militer Rusia.

Baca: Penumpukan Militer Rusia di Perbatasan Bikin Panglima Ukraina Ketar Ketir

Menurutnya, mobilitas kendaraan dengan roda rantai amat lambat dan berat sekalipun lebih terlindungi. Karena itu, jelasnya, sistem TOS generasi sebelumnya akan digunakan di garis depan, sedangkan TOS-2 dikerahkan untuk melakukan serangan mendadak.

Spesifikasi taktis dan teknis senjata ini masih dirahasiakan hingga akhir pengujian pada 2021. Meski begitu, Kozyulin percaya bahwa pihak pengembang akan menciptakan proyektil berpresisi tinggi terbaru untuk menggantikan amunisi yang sudah ada.

“Para insinyur selalu mengikuti prinsip klasik ‘lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat’. Amunisi baru telah dikembangkan untuk TOS generasi kedua. Amunisi itu harus menunjukkan kemampuannya dalam beberapa bulan mendatang, begitu pula dengan sistem perlindungan elektroniknya untuk menyembunyikan kendaraan tersebut dari musuh,” ujarnya.

Baca: Kursi Pelontar Rusak di Pesawat Pembom Nuklir, Tiga Pilot Rusia Tewas

TOS-1A generasi sebelumnya memiliki fitur peluncur roket ganda 18 laras. Karena itu, di samping sistem kendali penembakan otomatis modern, model terbaru dengan proyektil thermobaric kemungkinan akan memiliki jumlah peluncur yang sama.

“Perbedaan lain antara TOS-2 dan pendahulunya adalah sistem pengisian ulang amunisi. Sebelumnya, kendaraan dilengkapi dengan transloader, tetapi kini Tosochka dilengkapi dengan crane pemuat untuk menangani tugas ini,” kata Kozyulin.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Iran Serang Israel Lagi,...
Iran Serang Israel Lagi, Ledakan Guncang Yerusalem
Rekomendasi
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved