Kremlin Sebut Rusia Tengah Pelajari Undangan KTT Iklim dari Biden untuk Putin

Sabtu, 03 April 2021 - 17:23 WIB
loading...
Kremlin Sebut Rusia...
Kremlin menuturkan pihaknya sudah menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menghadiri KTT Iklim. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Kremlin menuturkan pihaknya sudah menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menghadiri KTT Iklim. Menurut Kremlin, pihaknya sedang mempelajari undangan tersebut.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menuturkan bahwa rincian undangan tersebut sedang diklarifikasi melalui saluran diplomatik.Baca juga: Blak-blakan, Lavrov Ungkap Alasan Rusia Tolak Pertemuan dengan NATO

“Ya, undangan memang sudah diterima. Namun, belum ada detailnya," kata Peskov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Sabtu (3/4/2021).

"Kami berusaha mendapatkan detail bagaimana hal itu akan terjadi dan siapa yang akan hadir melalui jalur diplomatik, kedutaan kami di Washington dan kedutaan besar Amerika di sini di Moskow," sambungnya.

Seperti diketahui, pekan lalu Gedung Putih mengatakan Biden mengundang pemimpinChinadanRusiauntuk berpartisipasi dalam KTT global tentang perubahan iklim pada akhur April.

"Presiden ChinaXi Jinpingdan Presiden RusiaVladimir Putintermasuk di antara 40 pemimpin dunia yang diundang ke KTT 22-23 April," kata Gedung Putih.Baca juga: Biden Undang Putin dan Xi Jinping ke KTT Iklim Virtual

KTT itu sendiri akan mempertemukan 17 negara yang bertanggung jawab atas 80 persen emisi global dan PDB global.

Selain Rusia dan China, negara lain yang diundang termasuk Kanada dan Meksiko serta sekutu di Eropa dan Asia serta Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Nigeria dan Afrika Selatan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved