COVID-19 Berasal dari Lab China, WHO: Butuh Penyelidikan Lebih Lanjut
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi laporan WHO, Amerika Serikat (AS) dan 13 sekutunya termasuk Korea Selatan (Korsel), Australia dan Inggris menyuarakan keprihatinan atas temuan tersebut dan mendesak China untuk memberikan "akses penuh" kepada para ahli.
Pernyataan itu mengatakan misi ke Wuhan ditunda secara signifikan dan tidak memiliki akses ke data serta sampel asli yang lengkap.
"Misi ilmiah seperti ini harus dapat melakukan pekerjaan mereka dalam kondisi yang menghasilkan rekomendasi dan temuan yang independen dan obyektif," bunyi pernyataan itu.
Baca juga: RI Dorong Kerjasama Pengelolaan Vaksin dengan Jepang
Kelompok tersebut berjanji untuk bekerja sama dengan WHO.
Mantan Presiden AS Donald Trump termasuk di antara mereka yang mendukung teori bahwa virus COVID-19 mungkin telah lolos dari laboratorium Wuhan.
Pemimpin tim investigasi WHO, Peter Ben Embarek mengatakan pada hari Selasa bahwa timnya merasa berada di bawah tekanan politik, termasuk dari luar China tetapi mengatakan dia tidak pernah ditekan untuk menghapus apa pun dari laporan akhir timnya.
Dia juga mengonfirmasi bahwa timnya tidak menemukan bukti bahwa ada laboratorium di Wuhan yang terlibat dalam wabah tersebut.
Pernyataan itu mengatakan misi ke Wuhan ditunda secara signifikan dan tidak memiliki akses ke data serta sampel asli yang lengkap.
"Misi ilmiah seperti ini harus dapat melakukan pekerjaan mereka dalam kondisi yang menghasilkan rekomendasi dan temuan yang independen dan obyektif," bunyi pernyataan itu.
Baca juga: RI Dorong Kerjasama Pengelolaan Vaksin dengan Jepang
Kelompok tersebut berjanji untuk bekerja sama dengan WHO.
Mantan Presiden AS Donald Trump termasuk di antara mereka yang mendukung teori bahwa virus COVID-19 mungkin telah lolos dari laboratorium Wuhan.
Pemimpin tim investigasi WHO, Peter Ben Embarek mengatakan pada hari Selasa bahwa timnya merasa berada di bawah tekanan politik, termasuk dari luar China tetapi mengatakan dia tidak pernah ditekan untuk menghapus apa pun dari laporan akhir timnya.
Dia juga mengonfirmasi bahwa timnya tidak menemukan bukti bahwa ada laboratorium di Wuhan yang terlibat dalam wabah tersebut.
Lihat Juga :