AS Tawarkan USD10 Juta untuk Anggota Hizbullah Pembunuh Hariri

Selasa, 30 Maret 2021 - 17:37 WIB
loading...
AS Tawarkan USD10 Juta...
AS tawarkan USD10 juta untuk tersangka buronan anggota Hizbullah pembunuh perdana menteri Lebanon Rafik Hariri, Salim Ayyash. Foto/The Daily Star
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah sebesar USD10 juta untuk menemukan tersangka buronan anggota Hizbullah yang dihukum atas pembunuhan perdana menteri Lebanon Rafik Hariri.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan menawarkan hadiah untuk informasi yang mengarah ke lokasi atau identifikasi Salim Ayyash atau informasi yang mencegahnya terlibat dalam tindakan terorisme internasional terhadap orang AS atau properti AS, seperti dikutip dari Al Araby, Selasa (30/03/2021).

Pengadilan Khusus untuk Lebanon, yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Belanda, pada bulan Desember memvonis Ayyash hukuman penjara seumur hidup secara in absentia atas pembunuhan Hariri pada tahun 2005.

Baca juga: Pengadilan PBB: Terdakwa Pembunuhan Rafik Al-Hariri Anggota Hizbullah

Ayyash (57) diyakini bersembunyi di Lebanon di mana pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menolak untuk menyerahkannya.

Pengadilan sejak itu mengatakan pihaknya juga akan mengadili Ayyash atas tiga serangan lain terhadap politisi Lebanon pada pertengahan 2000-an.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Ayyash juga berencana untuk melukai personel militer AS.

Rafik Hariri diduga dibunuh karena dia menentang kontrol Lebanon oleh Suriah, yang bersekutu dengan Hizbullah, yang didukung oleh Iran.

Pembunuhan itu memicu Revolusi Cedar yang memaksa pasukan Suriah keluar.

Baca juga: Bahas Masalah Timur Tengah, Menlu Rusia Duduk Satu Meja dengan Hizbullah

Amerika Serikat menganggap Hizbullah sebagai kelompok teroris tetapi gerakan tersebut memegang kekuasaan politik di Lebanon, memegang kursi di parlemen.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved