Kubu Suu Kyi Dulu Bela Militer Aniaya Muslim Rohingya, Sekarang Beda

Senin, 29 Maret 2021 - 10:04 WIB
loading...
A A A
"Saya telah menunggu waktu untuk memanggil saudara-saudara Rohingya kami sebagai keluarga saya," kata Sasa dalam wawancara dengan Haslinda Amin dari Bloomberg Television yang dilansir Senin (29/3/2021).

"Kami adalah satu keluarga. Sekarang kami hanya memiliki satu musuh bersama yaitu para jenderal militer ini."

Komentar itu muncul menjelang akhir pekan paling mematikan sejak kudeta. Pada hari Sabtu lalu saja, sedikitnya 114 pengunjuk rasa dan warga sipil tewas dalam bentrokan dengan pasukan junta Myanmar.

Selusin menteri pertahanan dari seluruh dunia bersama-sama mengutuk penggunaan kekuatan mematikan terhadap orang-orang tak bersenjata, yang sejauh ini telah menewaskan 459 orang.

Sebagai bagian dari Komite Perwakilan Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), pemerintah paralel yang dibentuk oleh anggota yang digulingkan dari Liga Nasional untuk Demokrasi, Sasa mengatakan orang-orang harus diberi kesempatan untuk melindungi diri mereka sendiri dari penindasan kekerasan dari militer.

Baca juga: Suu Kyi Dikudeta dan Ditahan, Pengungsi Muslim Rohingya Bersukacita

Junta membela tindakan kerasnya terhadap pengunjuk rasa dengan secara konsisten menggambarkan mereka sebagai perusuh kejam yang telah menyerang pasukan keamanan dan merusak properti.

Sasa berbicara setelah kebakaran di Bangladesh pada 22 Maret merobek kamp pengungsi terbesar di dunia. Menurut PBB, kebakaran itu membuat lebih dari 45.000 Muslim Rohingya mengungsi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir Tembus 3.000 Jiwa, Belasan Ribu Luka-luka
Trump Peringatkan Eropa...
Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
Tak Mau Berhenti di...
Tak Mau Berhenti di Indonesian Idol, Dandy Panjawi Siap Sikat Casting Film hingga Rilis Mini Album?!
Berita Terkini
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved