Penelitian Vaksin Virus Corona Makin Menjanjikan

Rabu, 20 Mei 2020 - 06:35 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford telah diuji klinis kepada manusia. Namun, belum ada hasil pasti uji klinis tersebut. Saat vaksin tersebut diuji kepada binatang yang mengalami gejala Covid-19 menunjukkan hal yang menakjubkan karena hewan tersebut bisa terlindung dari virus.

“Jika hasil sama pada uji klinis manusia, vaksin tersebut bisa melindungi tubuh dari penyakit Covid-19,” kata Eleanor Riley, pakar kesehatan Universitas Oxford. Namun, sangat mustahil bisa menerima vaksin tanpa mengetahui bagaimana vaksin tersebut efektif bagi manusia.

Vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford merupakan pengembangan vaksin untuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). MERS dan SARS juga disebabkan virus korona. Karena itu, Oxford tidak menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Mereka telah memasuki tahap pertama dengan uji klinis terhadap para sukarelawan berusia 18-55 tahun. Setelah itu selesai, fase kedua dan ketiga akan dilanjutkan dengan lebih banyak sukarelawan.

Vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford akan diproduksi oleh perusahaan farmasi AstraZeneca. Bekerja sama dengan Pemerintah Inggris, AstraZeneca akan memproduksi 30 juta dosis vaksin Covid-19 bagi warga Inggris pada September mendatang. (Baca juga: Rusia Tunggu Bantuan AS Saat Kasus Virus Corona Menurun)

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping kemarin menjamin vaksin Covid-19 akan digunakan di China dan menjadikan vaksin tersebut bisa dikirim ke luar negeri. “Saya menjamin vaksin tersebut bisa diakses dan terjangkau bagi negara berkembang,” kata Presiden China Xi Jinping dalam pembukaan World Health Assembly Ke-73 kemarin.

China juga membangun pabrik vaksin terbesar di dunia yang dapat memproduksi hingga 100 juta dosis vaksin virus corona Covid-19 dalam setahun. Fourth Construction Co Ltd of China Electronics System Engineering telah sukses membangun fasilitas itu dengan meraih sertifikat bio-safety level ketiga (BSL-3).

Pada April, Sinovac Biotech Ltd, yang juga berasal dari China, memulai pengujian klinis vaksin Covid-19. Mereka berencana membangun pabrik baru tahun ini setelah memperoleh dana pinjaman dan lahan. Seperti dilansir Reuters, Sinovac telah berharap dapat memproduksi ratusan juta vaksin per tahun. “Jika pengembangan vaksin itu tidak berhasil, bangunan ini dapat digunakan untuk memproduksi vaksin yang lain,” ungkap Sinovac. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Maskapai Eropa Diminta...
Maskapai Eropa Diminta Tak Melintasi Langit Teluk, Ancaman Rudal dan Drone Mengintai
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Yordania, Hancurkan Fasilitas Radar
Rekomendasi
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
Telkomsat Gandeng UNIVITY...
Telkomsat Gandeng UNIVITY Perkuat Pemantauan Keamanan Nasional
Berita Terkini
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved