Biden: Peluncuran Rudal Korea Utara Bukan Provokasi

Rabu, 24 Maret 2021 - 10:25 WIB
loading...
Biden: Peluncuran Rudal...
Presiden AS Joe Biden. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan dia tidak menganggap peluncuran rudal jarak pendek Korea Utara (Korut) sebagai provokasi.

Peluncuran rudal Korut itu yang pertama sejak Biden menjabat sebagai presiden AS.

Biden menambahkan para pejabat pertahanan menyebutnya sebagai "bisnis seperti biasa".

Baca juga: Korea Utara Tembakkan 2 Rudal Jarak Pendek

Korea Utara telah menembakkan rudal jelajah non-balistik, yang tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, selama akhir pekan.

Baca juga: Pertama Sejak Biden Menjabat, Korea Utara Uji Coba Rudal

Insiden itu terjadi setelah Pyongyang mengkritik AS dan Korea Selatan (Korsel) karena melakukan latihan militer bersama.

Lihat infografis: Rudal Baru Israel, Bisa Lumpuhkan Ancaman Berjarak 150 Km

Aksi itu juga terjadi ketika pemerintahan Biden terus berusaha membangun hubungan diplomatik dengan Korea Utara.

Peluncuran tersebut, yang awalnya dilaporkan oleh media AS, telah dikonfirmasi pejabat AS dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korea Selatan.

Korea Selatan mengatakan dua rudal jelajah ditembakkan ke Laut Kuning pada Minggu pagi dari Onchon di Korea Utara.

Menanggapi pertanyaan wartawan pada Selasa malam, Biden berkata, "Kami telah mengetahui bahwa tidak ada yang berubah."

Ketika ditanya apakah dia menganggap tes itu sebagai provokasi, dia berkata, "Tidak, menurut Departemen Pertahanan, ini bisnis seperti biasa. Tidak ada kerutan baru dalam apa yang mereka lakukan."

Resolusi Dewan Keamanan PBB, yang menerapkan sanksi ketat terhadap Korea Utara, hanya melarang Pyongyang menembakkan senjata yang mengancam seperti rudal balistik.

Pejabat senior AS secara terpisah mengatakan mereka menganggap tindakan itu sebagai "aktivitas militer paling normal oleh Korea Utara."

Pejabat AS sedang dalam "tahap akhir" tinjauan kebijakan Korea Utara. AS akan menjadi tuan rumah perundingan penasihat keamanan nasional Jepang dan Korea Selatan.

Pemerintah AS sebelumnya mengatakan telah berusaha selama beberapa pekan untuk melakukan kontak diplomatik dengan Korea Utara.

Pyongyang belum mengakui bahwa Presiden Biden sekarang telah menjabat. Kedua negara tetap berselisih mengenai program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.

Selama kampanye pemilu, Biden menyebut Kim "penjahat" dan mengatakan perlucutan senjata nuklir Korea Utara harus terjadi sebelum sanksi ekonomi AS dan PBB bisa dilonggarkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved