Australia Diterjang Banjir Terparah dalam Lebih dari 50 Tahun

Selasa, 23 Maret 2021 - 16:34 WIB
loading...
A A A
“Adikku menelepon dan berkata 'tolong ke sini, kita harus mengeluarkan bayi ini'. Kami membawanya ke seberang sungai dan ke mobil,” ujar pemilik restoran Darren Osmotherly.

Warragamba Dam, penyedia air utama Sydney, mulai meluap pada Sabtu dan diperkirakan terus meluap selama sepekan lagi.

Setahun sebelumnya, di tengah kekeringan dan kebakaran hutan, bendungan yang sama mengalami krisis air hingga setengah kapasitasnya, memicu pembatasan air yang parah.

Meskipun sistem cuaca kemungkinan akan mulai mereda mulai Rabu malam, para pejabat memperingatkan penduduk yang terkena dampak mungkin tidak dapat segera kembali ke rumah mereka karena hujan yang terus-menerus menumpahkan lebih banyak air di daerah aliran sungai.

Pengiriman batu bara ke Pelabuhan Newcastle, utara Sydney, dihentikan karena banjir menutup jalur kereta api. Pelabuhan ekspor batu bara terbesar di dunia itu pun merasakan dampak banjir yang parah.

Pada Selasa, penambang batu bara independen terbesar di negara itu, Whitehaven Coal Ltd, mengatakan pihaknya terpaksa menghentikan pemuatan kapal di pelabuhan karena kerusakan struktural.

Tak hanya itu, pembatasan pelabuhan terkait cuaca memperlambat pergerakan kapal.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
Rusia Hancurkan Kapal...
Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam
Rekomendasi
Dukung Fatwa Haram MUI...
Dukung Fatwa Haram MUI Jatim, Kadin dan APVI Tegaskan Produk Vape Legal Bebas Narkoba
MilkLife Athletics Challenge...
MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 Perluas Jalur Pembinaan Atletik
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Berita Terkini
Tambah 2 Lagi, Total...
Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!
Pentagon: Serangan Rudal...
Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya 1 Hilang
10 Akademi Militer Terbaik...
10 Akademi Militer Terbaik di Dunia, West Point Paling Bergengsi
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved