Filipina Marah, 220 Kapal AL China Masuk Wilayah Sengketa Laut China Selatan

Senin, 22 Maret 2021 - 07:38 WIB
loading...
Filipina Marah, 220...
Para personel Angkatan Laut Filipina saat patroli di sekitar perairan Filipina. Foto/REUTERS/Erik De Castro/File Photo
A A A
MANILA - Pemerintah Filipina marah atas pengerahan 220 kapal Angkatan Laut (AL) China di wilayah sengketa di Laut China Selatan . Manila mengatakan pengerahan ratusan kapal itu sebagai tindakan provokatif dan meminta Beijing untuk segera menariknya.

Beberapa dari 220 kapal China terlihat tertambat di Whitsun Reef, area terumbu yang oleh Filipina dinyatakan sebagai Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE)-nya. Satuan Tugas Nasional Filipina untuk Laut Filipina Barat telah merilis foto-foto ratusan kapal tersebut.

Baca juga: Biden 3 Kali Jatuh di Tangga Air Force One, Miller: Musuh Melihat, Itu Memalukan!

Pada hari Minggu, kepala pertahanan Filipina menuntut agar lebih dari 200 kapal China yang katanya diawaki oleh milisi meninggalkan terumbu di Laut China Selatan tersebut yang diklaim oleh Manila dan Beijing.

"Kami menyerukan kepada China untuk menghentikan serangan ini dan segera menarik kembali kapal-kapal ini yang melanggar hak maritim kami dan melanggar batas wilayah kedaulatan kami," kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana dalam sebuah pernyataan seperti dikutip DW.com, Senin (23/3/2021).

Dia memperingatkan bahwa Filipina akan menjunjung tinggi hak kedaulatannya.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin kemudian men-tweet bahwa Manila telah mengajukan protes diplomatik atas kehadiran ratusan kapal China.

Pejabat Kedutaan Besar China di Manila belum bersedia mengeluarkan komentar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
3 Kapal Perusak Tipe...
3 Kapal Perusak Tipe 055 China Berlatih di Berbagai Wilayah Laut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved