Soal Nyapres di 2024, Trump Akan Putuskan Setelah Pemilu Sela

Rabu, 17 Maret 2021 - 09:55 WIB
loading...
Soal Nyapres di 2024,...
Donald Trump akan putusan untuk kembali mencalonkan diri menjadi presiden pada pemilu 2024 setelah pemilu sela November 2022. Foto/WBUR
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia akan memutuskan apakah akan mencalonkan diri lagi untuk kursi di Gedung Putih setelah pemilu sela Kongres pada November 2022.

Trump mengatakan dia berkomitmen untuk membantu sesama Partai Republik untuk mencoba kembali memenangkan kendali Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dan Senat dalam pemilu sela 2022, yang akan menjadi referendum awal tentang kepemimpinan Presiden Demokrat Joe Biden.

"Saya pikir kami memiliki peluang yang sangat, sangat bagus untuk mengambil kembali DPR," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.

"Anda memiliki peluang bagus untuk mengambil kembali Senat dan terus terang, kami akan membuat keputusan setelah itu," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/03/2021)

Baca juga: Soal Kembali Nyapres pada 2024, Trump: Masih Terlalu Dini Bicarakan Itu

Trump mengatakan kepada pembawa acara Fox News, Maria Bartiromo, bahwa para pendukungnya tampaknya siap mendukungnya lagi jika dia mencalonkan diri.

"Berdasarkan setiap jajak pendapat, mereka ingin saya mencalonkan diri lagi, tetapi kita akan melihatnya dan kita akan lihat," kata Trump.

Trump juga merekomendasikan agar semua orang disuntik vaksin virus Corona, menegaskan kembali pernyataannya pada Konferensi Tindakan Politik Konservatif bulan lalu. Jajak pendapat menunjukkan sejumlah besar pendukung Partai Republik dan Trump menolak vaksinasi.

“Ini adalah vaksin yang bagus. Ini adalah vaksin yang aman. Dan itu adalah sesuatu yang berhasil," imbau Trump, yang diam-diam divaksinasi pada bulan Januari lalu.

Baca juga: Cerita Trump Marah-marah Ingin Bunuh Assad, Membuat AS dan Suriah Nyaris Perang

“Saya akan merekomendasikannya dan saya akan merekomendasikannya kepada banyak orang yang tidak ingin mendapatkannya, dan banyak dari mereka yang memilih saya, terus terang,” ujarnya.

Gedung Putih mengatakan akan menyambut baik dukungan Trump dalam mendorong para pendukungnya untuk divaksinasi, meskipun Presiden Joe Biden menyatakan keraguannya tentang seberapa banyak itu akan membantu.

Trump sudah tidak lagi menjadi sorotan politik sejak meninggalkan Gedung Putih pada Januari lalu, selain pidatonya di konferensi konservatif di Florida.

Dengan ketidakhadirannya, pertempuran telah meletus di Partai Republik antara tokoh-tokoh mapan seperti Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell yang ingin maju dan sekutu konservatif Trump yang percaya masa depan partai bergantung pada energi basis pro-Trump.

Baca juga: Trump Minta Partai Republik Berhenti Gunakan Namanya untuk Penggalangan Dana

Dalam minggu-minggu terakhir masa jabatannya, Trump mempromosikan klaim palsu bahwa dia kalah dalam pemilu karena kecurangan yang merajalela, dituduh menghasut massa pendukung untuk mengamuk di Capitol AS dan menjadi presiden pertama yang pernah dimakzulkan dua kali.

Trump mengatakan dia akan berkampanye dalam pemilihan 2022 untuk kandidat yang mendukung dia dan kebijakannya - dan menentang Partai Republik yang dia anggap tidak setia. Dia juga sedang membuat rencana untuk membentuk organisasi politik super PAC untuk mendukung kandidat yang dia dukung.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved