Tokoh India Minta Mahkamah Agung Hapus 26 Ayat Al-Qur'an Picu Kemarahan
Selasa, 16 Maret 2021 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Mengenai Al-Qur'an sebagai kitab suci Allah yang menyimpan kebenaran Injil, ulama Syiah dan Sunni mengatakan bahwa tidak ada satu kata pun yang diubah atau dirusak dalam Al-Qur'an asli selama 1.400 tahun terakhir. Bahkan, kata mereka, tanda baca sekecil apapun tidak akan pernah bisa diubah dalam kitab yang Allah jamin perlindungannya.
Di antara sekian banyak tokoh, sekretaris jenderal All India Muslim Personal Law Board's (AIMPLB), Maulana Wali Rahmani, juga mencela Rizvi dan menyebut pembelaannya sebagai "aksi publisitas".
"Masalah ini tidak [hanya] memengaruhi satu sekte Muslim, tetapi semua Muslim di seluruh dunia baik itu Syiah, Sunni, Bohras, Barelvis, Deobandis atau Ahle Hadidth. Tidak ada dari aliran pemikiran Islam mana pun yang dapat mengatakan bahwa Al-Qur'an yang kami miliki tidak asli. Tidak ada Muslim yang percaya ini dan Rizvi terkenal karena menciptakan keretakan di antara komunitas Muslim," katanya.
Baca juga: Rudal-rudal Rusia Gempur Wilayah Suriah yang Dikendalikan Turki
Rahmani juga mengatakan, tim kuasa hukum AIMPLB sudah menindaklanjuti kasus tersebut sejak awal dan akan menggugatnya melalui jalur hukum yang tepat.
Sekretaris Jenderal Majlis-e-Ulama-e-Hind, Maulana Kalbe Jawad, tidak hanya mengutuk pernyataan yang dibuat oleh Rizvi, tetapi juga mengorganisir sebuah panggung di luar Bara Imambara Lucknow pada hari Minggu untuk pembelaan Al-Qur'an dengan berkumpul dalam majelis yang disebut "Tahaffuz-e-Quran".
Di antara sekian banyak tokoh, sekretaris jenderal All India Muslim Personal Law Board's (AIMPLB), Maulana Wali Rahmani, juga mencela Rizvi dan menyebut pembelaannya sebagai "aksi publisitas".
"Masalah ini tidak [hanya] memengaruhi satu sekte Muslim, tetapi semua Muslim di seluruh dunia baik itu Syiah, Sunni, Bohras, Barelvis, Deobandis atau Ahle Hadidth. Tidak ada dari aliran pemikiran Islam mana pun yang dapat mengatakan bahwa Al-Qur'an yang kami miliki tidak asli. Tidak ada Muslim yang percaya ini dan Rizvi terkenal karena menciptakan keretakan di antara komunitas Muslim," katanya.
Baca juga: Rudal-rudal Rusia Gempur Wilayah Suriah yang Dikendalikan Turki
Rahmani juga mengatakan, tim kuasa hukum AIMPLB sudah menindaklanjuti kasus tersebut sejak awal dan akan menggugatnya melalui jalur hukum yang tepat.
Sekretaris Jenderal Majlis-e-Ulama-e-Hind, Maulana Kalbe Jawad, tidak hanya mengutuk pernyataan yang dibuat oleh Rizvi, tetapi juga mengorganisir sebuah panggung di luar Bara Imambara Lucknow pada hari Minggu untuk pembelaan Al-Qur'an dengan berkumpul dalam majelis yang disebut "Tahaffuz-e-Quran".
Lihat Juga :