Kasus Pembekuan Darah, Kuartet Eropa Tunda Peluncuran Vaksin AstraZeneca

Selasa, 16 Maret 2021 - 14:29 WIB
loading...
A A A
Meskipun demikian, kematian seorang wanita di Denmark mendorong sejumlah negara untuk menghentikan peluncurannya hingga peninjauan dilakukan. Badan Obat Denmark mengatakan pada hari Senin bahwa wanita tersebut memiliki kombinasi gejala yang "tidak biasa" sebelum dia meninggal.

Kemudian pada hari Senin, rumah sakit Rikshospitalet Norwegia melaporkan kematian orang lain yang diinokulasi dengan kasus pembekuan darah yang parah, pendarahan dan jumlah trombosit yang rendah.

Di Belanda, laboratorium yang memantau penggunaan obat-obatan mengatakan telah menerima laporan dari 10 kasus pembekuan darah pada orang yang menerima vaksin COVID-19 AstraZeneca, tetapi tidak ada yang memiliki kondisi trombosit darah rendah yang dilaporkan diamati di Norwegia dan Denmark.

Baca juga: Terjadi Pembekuan Darah Pasca Vaksinasi, Denmark Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Selama akhir pekan Irlandia dan Belanda bergabung dengan kelompok negara yang menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca. Ketua komite penasehat vaksinasi Irlandia mengatakan pihaknya mengambil langkah untuk "menjaga kepercayaan" pada program inokulasi negara itu. Pemerintah Belanda mengatakan langkahnya adalah "berjaga-jaga" dan akan berlangsung selama dua minggu; ini terjadi hanya beberapa hari setelah menteri kesehatan Hugo de Jonge mengatakan "tidak ada alasan untuk khawatir" atas vaksin itu.

Inggris sejauh ini telah memimpin dalam pemberian vaksin AstraZeneca, dengan lebih dari 11 juta orang menerima satu dosis, dan mereka juga tetap "berdiri tegak." Data dari negara tersebut juga menunjukkan dampak signifikan dalam mengurangi rawat inap COVID-19.

"Satu dosis vaksin mengurangi risiko rawat inap dari COVID-19 hingga lebih dari 80% pada orang berusia di atas 80 tahun," data dari Public Health England menunjukkan awal bulan ini. Vaksin diberikan dalam dua dosis, meskipun negara berbeda dalam hal seberapa jauh mereka menyebarkan suntikan tersebut.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved