Bos NATO Tiba-tiba Ubah Sikap, Bilang Rusia dan China Bukan Ancaman
Selasa, 16 Maret 2021 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi satu alasan untuk itu adalah bahwa kita memiliki NATO dan sistem pertahanan kolektif 'semua untuk satu dan satu untuk semua'," paparnya merujuk pada Pasal 5 dari perjanjian NATO yang menetapkan bahwa serangan terhadap satu negara anggota NATO memicu respons dari seluruh aliansi.
"Itulah salah satu alasan utama mengapa kami mampu menjaga perdamaian di Eropa selama lebih dari 70 tahun," katanya, seperti dikutip Russia Today, Selasa (16/3/2021).
Namun, Stoltenberg masih menyesali apa yang disebutnya "perilaku destabilisasi Rusia" dan "kebangkitan China" di antara tantangan keamanan utama untuk blok tersebut—bersama dengan terorisme, serangan siber dan perubahan iklim.
Baca juga: Rudal-rudal Rusia Gempur Wilayah Suriah yang Dikendalikan Turki
Bulan lalu, Sekjen NATO bersikeras bahwa aliansi militer dari 30 negara Eropa dan negara-negara Amerika Utara akan senang untuk bekerjasama dengan Rusia, tetapi juga siap untuk konfrontasi jika diperlukan. Dia juga menyerukan agar lebih banyak dana dialokasikan untuk meningkatkan kehadiran pasukan blok itu di dekat perbatasan Rusia.
"Itulah salah satu alasan utama mengapa kami mampu menjaga perdamaian di Eropa selama lebih dari 70 tahun," katanya, seperti dikutip Russia Today, Selasa (16/3/2021).
Namun, Stoltenberg masih menyesali apa yang disebutnya "perilaku destabilisasi Rusia" dan "kebangkitan China" di antara tantangan keamanan utama untuk blok tersebut—bersama dengan terorisme, serangan siber dan perubahan iklim.
Baca juga: Rudal-rudal Rusia Gempur Wilayah Suriah yang Dikendalikan Turki
Bulan lalu, Sekjen NATO bersikeras bahwa aliansi militer dari 30 negara Eropa dan negara-negara Amerika Utara akan senang untuk bekerjasama dengan Rusia, tetapi juga siap untuk konfrontasi jika diperlukan. Dia juga menyerukan agar lebih banyak dana dialokasikan untuk meningkatkan kehadiran pasukan blok itu di dekat perbatasan Rusia.
Lihat Juga :